Stok Pupuk di Tegal Aman untuk Musim Tanam, Pupuk Indonesia Jamin HET Stabil

PT Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk subsidi di Tegal aman menghadapi musim tanam 2026. HET tetap stabil dan distribusi lancar untuk kebutuhan petani.
SLAWI, puskapik.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan persediaan pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten dan Kota Tegal, dalam posisi aman guna menghadapi musim tanam 2026.
Perusahaan pelat merah ini juga menjamin Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat kios tetap stabil tanpa ada kenaikan, sekaligus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan petani dalam negeri di tengah dinamika geopolitik global.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Regional CEO 2 PT Pupuk Indonesia (Persero), Muhammad Ihwan Fahrurrazi, saat meninjau langsung kondisi riil di Gudang Pupuk Purwahamba II Tegal, Jalan Raya Tegal-Pemalang, Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis , 4 Juni 2026.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Bawa Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik dari Kemendagri
Dalam inspeksi mendadak tersebut, Ihwan didampingi oleh Senior Manager Regional 2B (Jateng dan DIY) Jeff Narapati, serta Senior Manager Pergudangan Regional 2 Muhammad Yasin.
Manajemen memeriksa langsung stok pupuk mulai dari jenis Urea, NPK, SP, hingga pupuk organik.
"Saat ini di Gudang Tegal tersedia stok sebanyak 1.600 ton yang siap mencukupi kebutuhan petani hingga 1-3 minggu ke depan. Dengan kapasitas total gudang mencapai 6.000 ton, kami pastikan posisi pasokan sangat aman dan lengkap, sehingga petani tidak perlu khawatir terkait ketersediaan pupuk subsidi," kata Muhammad Ihwan Fahrurrazi.
Baca Juga: Jembatan Pemali Brebes Nyaris Terbakar
Guna mengantisipasi kendala teknis di lapangan, Pupuk Indonesia menerapkan sistem distribusi yang fleksibel.
Gudang Purwahamba II Tegal yang biasanya dipasok oleh PT Pupuk Kujang dan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, kini telah dirancang untuk bisa menerima pasokan dari produsen lain.
Jika terjadi hambatan produksi di salah satu pabrik, gudang ini siap menampung pasokan alternatif dari PT Petrokimia Gresik, Pupuk Kalimantan Timur, hingga Aceh.
Langkah ini diambil demi menjamin masa tanam petani tidak terganggu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pendistribusian dari gudang ke Pelaku Usaha Distribusi (PUD) sedang berjalan intensif.
Armada truk angkutan juga diperiksa secara ketat untuk memastikan kelayakan armada agar pengiriman tepat waktu.
Menyikapi tingginya permintaan pupuk pada tahun 2026, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berkomitmen menjaga daya beli sektor pertanian.


