Tampil di Kandang Cina, Barongsai Kota Tegal Bawa Pulang Perunggu

Tim FOBI Kota Tegal sukses meraih medali perunggu pada kejuaraan barongsai internasional di Sanya, Cina, membuktikan mampu bersaing di level dunia.
TEGAL, puskapik.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan cabang olahraga barongsai Kota Tegal di level internasional.
Tim Federasi Olahraga Barongsai Indonesia atau FOBI Kota Tegal, sukses mengemas medali perunggu pada kejuaraan internasional barongsai di Kota Sanya, Provinsi Hainan, Cina.
Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kota Tegal, Heru Setiawan mengatakan, kejuaraan tersebut diikuti delapan tim dari berbagai negara. Peserta terdiri dari beberapa tim provinsi setempat serta kontingen dari Indonesia, Italia, Malaysia, Vietnam dan Korea Selatan.
Baca Juga: Setelah Setahun Sepi, Pelabuhan Kendal Kembali Hidup Lewat Rute Kendal–Kumai
Menurur Heru, Kota Tegal dipercaya mewakili Indonesia setelah sebelumnya meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional Barongsai di Bali. Penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh Pengurus Besar FOBI.
“Kita mengikuti kelas pekingsai taolu bebas. Dari persaingan yang cukup ketat, FOBI Kota Tegal mampu meraih juara tiga atau medali perunggu di kandang singa,” ungkap Heru, Senin 2 Februari 2026.
Dikatakan Heru, capaian ini patut disyukuri karena menunjukkan barongsai Kota Tegal mampu bersaing di panggung dunia.
Baca Juga: Dari Papan Tulis ke Layar Digital, Cara Baru PMS Kendal Membuat Siswa Betah Belajar
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi cabang olahraga lain yang berada di bawah naungan KONI Kota Tegal.
“Ini membuktikan pembinaan prestasi yang dilakukan KONI bersama cabor berjalan. Harapannya, cabor lain juga terdorong meningkatkan prestasinya,” ujar Heru.
Heru juga menyampaikan hasil evaluasi usai menyaksikan pertandingan melalui live streaming.
Heru mengakui penampilan kontingen tuan rumah sangat dominan dengan tingkat kesulitan gerakan yang tinggi.
“Kita memang perlu banyak belajar. Di kejuaraan internasional, ada gerakan dengan tingkat kesulitan yang belum umum dilatih di Indonesia, tetapi justru menjadi penilaian utama di level dunia,” jelas Heru.
Beberapa poin penting dalam penilaian antara lain dominasi pergerakan pemain belakang atau ekor barongsai serta atraksi menggulingkan badan di atas barongsai lain dari ketinggian.
Heru berharap, evaluasi tersebut dapat menjadi bahan pembinaan menuju Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Jateng 2026, di mana barongsai Kota Tegal ditargetkan meraih medali emas.
Sementara itu, Ketua FOBI Kota Tegal, Adi Sentosa menyebut bahwa keikutsertaan di Cina menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan tersendiri bagi atlet.
Persiapan dilakukan dengan latihan intensif yang efektif selama kurang dari dua pekan.
Rombongan berangkat pada 15 Januari 2026 dan dilanjutkan menempuh jalur darat lebih dari lima jam. Setibanya di Kota Sanya, atlet harus beradaptasi dengan perbedaan waktu serta cuaca musim dingin dengan suhu sekitar 16-20 derajat Celsius.
“Venue pertandingan berada di tepi pantai dan bersifat outdoor. Tantangan utamanya angin yang cukup kencang, meski panitia memberi waktu untuk mencoba lapangan,” kata Adi, kepada puskapik.com.
Selain faktor cuaca, tim juga harus menyesuaikan kondisi fisik dan pola makan karena perbedaan selera. Meski demikian, FOBI Kota Tegal tetap tampil maksimal dan meraih poin sekitar delapan.
Adi menambahkan, dalam technical meeting atau TM, terdapat buku panduan gerakan. Namun, sejumlah peserta menampilkan inovasi gerakan baru yang tidak tercantum dalam panduan dan tetap masuk dalam penilaian.
“Itu jadi pelajaran penting bagi kami. Ke depan butuh power dan speed yang lebih. Untuk menghadapi Porprov Jateng 2026, kami fokus di nomor pekingsai dan akan dievaluasi agar bisa memberi kejutan. Akhir Desember nanti juga ada event internasional lain yang akan kami persiapkan,” ucap Adi menambahkan. **



