Terdapat 137 Titik Rawan, Kabupaten Tegal Perkuat Relawan Siaga Bencana

Forum Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tegal memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi tercatat ada 137 titik rawan
SLAWI, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Forum Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana (FKRPB) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan hal tersebut saat Pertemuan Rutin dan Silaturahmi Relawan Penanggulangan Bencana di Padepokan Wulan Tumanggal Paneker, Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Minggu (25/01/2026).
Menurut Kholid, keberadaan relawan sangat penting dalam membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana hidrometeorologi dengan intensitas hujan tinggi.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Pencarian Dua Korban Longsor di Bongas Pemalang Ditunda
Disampaikan oleh Kholid, di Kabupaten Tegal terdapat 137 titik rawan bencana yang tersebar di 18 kecamatan.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.
Ia berharap jumlah relawan kebencanaan di Kabupaten Tegal dapat terus bertambah, sehingga kapasitas penanggulangan bencana semakin kuat dan merata di seluruh wilayah.
“Relawan adalah orang-orang luar biasa. Lebih dari 1,7 juta jiwa penduduk Kabupaten Tegal, hanya sekitar 300 orang yang terdata sebagai relawan kebencanaan. Jumlahnya memang kecil, tetapi kontribusinya sangat besar dan sangat berarti sebagai garda terdepan ketika masyarakat tertimpa musibah," ungkapnya dalam rilis yang diterima puskapik.com
Baca Juga: Tim SAR Cari Dua Warga Tertimbun Longsor di Watukumpul Pemalang
Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh relawan penanggulangan bencana yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu masyarakat.
“Relawan hadir tanpa pamrih, tanpa meminta imbalan, dan selalu siap kapan pun dibutuhkan. Semoga para relawan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini," ujarnya.
Kholid menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung upaya penguatan relawan kebencanaan di Kabupaten Tegal.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Muhammad Afifudin mengingatkan bahwa intensitas hujan masih berpotensi tinggi hingga awal Februari 2026.
Ia menyebut, dalam beberapa hari terakhir, kawasan kaki Gunung Slamet di wilayah Brebes, Pemalang, Purbalingga, hingga Banyumas dilanda bencana serius, bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Alhamdulillah, di Kabupaten Tegal tidak ada korban jiwa. Meski demikian, beberapa wilayah seperti Bojong, Bumijawa, Guci, Batunyana, dan Gunungjati terdampak longsor maupun pohon tumbang, dan semuanya telah tertangani berkat kecepatan relawan dan unsur terkait,” jelasnya.



