Waspada Campak di Tegal, Dinkes Perkuat Jejaring Fasyankes Swasta

Waspada campak di Tegal, Dinkes perkuat jejaring fasyankes swasta untuk deteksi dini. Suspek capai 70 kasus, imunisasi dan PHBS jadi kunci dlm pencegahan.
TEGAL, puskapik.com - Dinas Kesehatan Kota Tegal memperkuat jejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan atau fasyankes swasta, untuk meningkatkan deteksi dini kasus suspek campak dan penyakit berpotensi wabah lainnya.
Kepala Dinkes Kota Tegal, M Zaenal Abidin, mengungkapkan hingga minggu ke-12 tahun 2026, jumlah suspek campak di Kota Tegal tercatat mencapai 70 orang.
Dari jumlah tersebut, tujuh orang telah menjalani pemeriksaan sampel. Namun, hasilnya belum dapat diketahui karena keterbatasan reagen.
Baca Juga: Sterilisasi Ibadah Jumat Agung, Polres Pekalongan Pastikan Keamanan Umat Nasrani
“Kami perkuat jejaring dengan fasyankes swasta, sehingga temuan kasus suspek campak dan penyakit berpotensi wabah lainnya bisa lebih cepat terdeteksi,” ujar Zaenal saat dihubungi puskapik.com, Jumat 3 Maret 2026.
Zaenal menjelaskan, campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan mudah menyebar melalui percikan saluran pernapasan, seperti saat penderita batuk atau bersin.
Gejala yang muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah berair, hingga ruam merah yang biasanya dimulai dari kepala lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Baca Juga: Angkutan Lebaran 2026 Telah Dilalui, Penumpang di Stasiun Pekalongan Tumbuh 16%
Zaenal menegaskan, campak tidak bisa dianggap sebagai penyakit ringan karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia hingga ensefalitis.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan paling efektif. Imunisasi campak-rubella atau MR diberikan dalam dua dosis pada usia sembilan bulan dan 18 bulan, serta satu dosis tambahan saat anak duduk di kelas 1 SD.


