BPI Batang Raih Predikat Hijau di Ajang Forum dan Apresiasi Penerapan Keselamatan Ketenagalistrikan 2025
Senin, 3 November 2025 | 20.08 WIB

BATANG, puskapik.com — PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Batang berhasil meraih Sertifikat Predikat Hijau pada ajang Forum dan Apresiasi Penerapan Keselamatan Ketenagalistrikan Tahun 2025 yang disele...
BATANG, puskapik.com — PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Batang berhasil meraih Sertifikat Predikat Hijau pada ajang Forum dan Apresiasi Penerapan Keselamatan Ketenagalistrikan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Predikat Hijau ini diberikan atas konsistensi dan peningkatan kinerja BPI dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Ketenagalistrikan (SMK2) di PLTU Batang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at, 31 Oktober 2025 di Jakarta ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada badan usaha pemilik dan pengelola instalasi tenaga listrik yang telah menunjukkan kinerja serta inovasi terbaik dalam menerapkan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2).
Pencapaian ini menjadi langkah kemajuan signifikan setelah pada tahun sebelumnya PLTU Batang memperoleh Predikat Biru dalam penilaian yang sama.
Kenaikan predikat ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan dan memastikan keandalan operasi pembangkit tenaga listrik secara berkelanjutan.
Dalam arahannya, Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menyampaikan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan.
Tri Winarno juga mengapresiasi badan usaha yang menerima penghargaan atas komitmennya dalam menerapkan sistem keselamatan ketenagalistrikan secara konsisten.
Dia juga berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain untuk meningkatkan standar keselamatan di bidangnya masing-masing.
“Keselamatan ketenagalistrikan bukan sekadar pemenuhan kewajiban, tetapi harus menjadi budaya (safety culture) yang terus ditingkatkan di seluruh sektor ketenagalistrikan. Kami juga berharap penerapan keselamatan ketenagalistrikan menjadi bagian tak terpisahkan dari transformasi sektor ketenagalistrikan yang lebih andal, efisien, dan ramah lingkungan” tegas Tri Winarno.
Disebutkan, PLTU Batang dinilai berhasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tata kelola keselamatan, efektivitas pengawasan, kesiapsiagaan darurat, serta implementasi pengendalian risiko di lingkungan pembangkit. Penilaian dilakukan oleh tim ahli yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, praktisi, dan industri.
Standar Keselamatan
Chief Technical Officer PT Bhimasena Power Indonesia, Masaru Yokobori menyampaikan apresiasi atas capaian ini, yang menurutnya menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan standar keselamatan di seluruh lini operasional PLTU Batang.
Hal ini sejalan dengan nilai perusahaan yang mengutamakan keselamatan.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh Ksatria Bhimasena dan mitra kerja kami dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat budaya keselamatan sebagai pondasi operasional yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujar Masaru Yokobori.
BPI menegaskan bahwa keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keandalan pasokan listrik adalah prioritas utama dalam mendukung sistem ketenagalistrikan nasional. Untuk kedepannya, perusahaan akan terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat sistem monitoring keselamatan yang mendukung operasi pembangkit yang lebih efisien.****



