Gandeng ITEA, Pemkab Batang Sediakan Beasiswa Kuliah di Tiongkok Buat Pelajar

Pemkab Batang menggandeng International Trans Education Association (ITEA) membuka beasiswa bagi pelajar Kabupaten Batang yang akan dimulai pada tahun 2027
BATANG, puskapik.com - Peluang emas bagi pelajar Kabupaten Batang untuk mengenyam pendidikan tinggi di Tiongkok.
Pemkab Batang menggandeng International Trans Education Association (ITEA) yaitu platform untuk pertukaran pendidikan tinggi antar negara guna memperluas akses pendidikan internasional sekaligus mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Langkah strategis itu diambil seiring berdirinya Kawasan Industri Terpadu Batang-Kawasan Ekonomi Khusus (KITB-KEK) Industropolis Batang yang mendatangkan berbagai penanaman modal asing.
Baca Juga: 12.000 Lebih RTLH di Brebes Kini Telah Tertangani
Pemkab Batang menilai penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan industri global.
Harus diakui Batang saat ini sudah menjadi Global Value Chain, yaitu menjadi rantai pasok industri global.
"Yang kita tawarkan tidak hanya lokasi KITB-KEK Industropolis Batang yang strategis, tapi juga SDM Batang yang kompeten,” kata Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang, Eni Triwiyanti saat ditemui https://puskapik.com di Selasa (18/8/2026).
Menurut Eni, melalui program kolaborasi itu, pelajar Batang diberi kesempatan mendapatkan fasilitas kuliah gratis (tuition fee) dan akomodasi tempat tinggal gratis (dormitory) di Tiongkok.
Peserta yang lolos seleksi hanya perlu menanggung biaya hidup harian yang tergolong terjangkau.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran di Jalan Raya Tulis-Bandar Batang, 7 Remaja Diamankan
“Pelajar yang lolos seleksi cukup membayar living cost, biaya kehidupan di sana, yang nominalnya kurang dari Rp 2 juta untuk satu orang per bulan. Kalau dibandingkan dengan biaya pendidikan di Indonesia, terutama di kota besar, itu bisa jadi hampir sama atau lebih murah,” jelasnya.
Dikatakan Eni, Pemkab Batang tidak hanya mengandalkan fasilitas dari ITEA, namun juga menyiapkan dana stimulan untuk memfasilitasi keberangkatan 10 orang calon mahasiswa berprestasi yang telah lolos seleksi perguruan tinggi dari masyarakat kurang mampu.
Fasilitas itu meliputi biaya pendampingan, biaya medical check up, serta biaya pengurusan visa dan paspor.
Meski penerima insentif dari Pemkab Batang hanya sebanyak 10 orang, kuota keberangkatan pada dasarnya tidak dibatasi oleh pihak penyelenggara.
Pelajar yang lolos seleksi perguruan tinggi di Tiongkok tetap dapat berangkat secara mandiri tanpa harus tergantung pada insentif pemerintah daerah.


