Kabupaten Batang Raih Penghargaan Top 10 Indeks Daya Saing Daerah Jateng

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23.07
Penghargaan IDSD Jateng Kabupaten Batang
Bupati Batang M Faiz Kurniawan meraih penghargaan Top 10 IDSD Tingkat Provinsi Jateng yang diserahkan WagubbTaj Yasin seusai Upacara HUT Provinsi Jateng di Lapangan Pancasila Semarang, Selasa (18/8/2026).

Kabupaten Batang berhasil meraih prestasi atas penghargaan Top 10 Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Jateng atas komitmen Pemkab Batang dalam memanfaatkan data IDSD

BATANG, puskapik.com - Kabupaten Batang dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Top 10 Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Jateng.

"Penghargaan ini bukanlah sekadar simbol tingginya angka statistik semata- semata, melainkan wujud apresiasi atas komitmen Pemkab Batang dalam memanfaatkan data IDSD untuk melahirkan program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat,"kata Bupati Batang M Faiz Kurniawan, Kamis 20 Agustus 2026.

Secara teknis, menurut Bupati Faiz, IDSD merupakan instrumen tahunan yang diukur oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menilai kematangan, kinerja inovasi, serta posisi tawar suatu daerah baik di tingkat regional maupun nasional.

Baca Juga: Panitia Bantah BROfest 2026 Pemalang Disokong Dana Sponsor

Disampaikan oleh Bupati Faiz, pengukuran IDSD bertumpu pada empat komponen utama, yaitu Lingkungan Pendukung, Sumber Daya Manusia (SDM), Pasar, serta Ekosistem Inovasi.

"Keempat aspek itu difungsikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi produktivitas dan investasi,"katanya.

Berdasarkan data skor IDSD Kabupaten Batang mencatatkan tren positif dengan kenaikan dari 3,59 pada tahun 2024 menjadi 3,61 pada tahun 2025.

Lonjakan paling signifikan terlihat pada komponen SDM yang melesat dari 3,74 menjadi 3,86, serta komponen Pasar yang meningkat dari 3,21 ke 3,34.

Intervensi Kebijakan

Bupati Faiz menjelaskan, daya tarik utama yang mengantarkan Batang masuk dalam jajaran 10 besar daerah terbaik Jateng bukanlah sekedar mengejar skor tinggi, melainkan kepiawaian dalam merespons data tersebut menjadi intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

Penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan dari Pemprov Jateng terhadap daerah yang mampu mengolah dan menerapkan data IDSD ke dalam kebijakan nyata, jadi bukan karena nilai IDSD-nya itu yang paling tinggi.

"Tapi dari IDSD yang ada, datanya dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakan. Bagaimana data IDSD dipetakan untuk membaca kelemahan dan kekuatan daerah, yang kemudian ditindaklanjuti dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD dan RKPD hingga eksekusi di lapangan,” tandasnya.

Seperti di komponen SDM di situ ada keterampilan setelah ada data dari IDSD, termasuk di dalamnya ada TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka).

"Kabupaten Batang bisa memanfaatkan data untuk pengambilan kebijakan contohnya pengambilan kebijakan Daker (Dapat Kerja).

Baca Juga: Ditemukan Puluhan Botol Miras dalam Kecelakaan Truk vs Tronton di Tegal, Ini Penjelasan Kasatlantas Polres Tegal Kota

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait