Mahasiswa IPB University KKN Tematik Inovasi di Batang

Mahasiswa IPB University melaksanakan program KKN Tematik Inovasi yang diterima Wakil Bupati Batang Suyono, Senin 6 Juli 2026 dan akan terjun ke desa-desa
BATANG puskapik.com – Pemkab Batang secara rutin menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi.
Kali ini, mahasiswa IPB University melaksanakan program KKN Tematik Inovasi yang diterima Wakil Bupati Batang Suyono, Senin 6 Juli 2026.
Tema KKN mahasiswa IPB University di Batang, "Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience".
Baca Juga: 43 ASN Batang Naik Pangkat, Plt Sekda Soroti Kedisiplinan Kerja, Jangan Hadir Hanya Absen
Menurut Wabup Batang Suyono, daerah Batang memiliki potensi pertanian, perikanan, peternakan, serta sumber daya alam yang beragam.
Karena itu, lanjut Suyono, Kabupaten Batang membutuhkan inovasi dan kreativitas, khususnya keterlibatan generasi muda untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Pemkab Batang saat ini terus berupaya mewujudkan visi pembangunan daerah. Yaitu terwujudnya Kabupaten Batang Yang Mandiri dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045.",” jelasnya
Dia menuturkan berbagai agenda pembangunan terus didorong, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Percepatan penurunan stunting dan kemiskinan, penguatan UMKM, pengembangan sektor pertanian dan peternakan, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pembangunan desa.
“Kami berharap, kehadiran mahasiswa KKN IPB dapat menjadi mitra strategis masyarakat desa. Tidak hanya hadir sebagai peserta program akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, solusi, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” tandas Suyono yang alumnus S2 Fisip Undip itu.
Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, PDAM Tirta Baribis Antisipasi Gangguan Pasokan Air di Bumiayu
Dia meminta mahasiswa IPB yang KKN di Batang menggunakan kesempatan itu untuk belajar dari masyarakat, memahami potensi dan tantangan desa.Serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat.
“Jangan hanya datang membawa ilmu, tetapi juga pulang membawa pengalaman, nilai-nilai kehidupan, dan pemahaman yang lebih utuh tentang realitas pembangunan di tingkat akar rumput,” tuturnya.***


