Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Batang

Presiden Prabowo meresmikan akad massal 62.710 KPR rumah subsidi dan KUR Perumahan di Batang untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BATANG, puskapik.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, meresmikan pelaksanaan akad massal 62.710 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan sektor perumahan.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada 200 penerima manfaat yang hadir sebagai perwakilan dari puluhan ribu penerima KPR subsidi di berbagai daerah.
Baca Juga: Pantai Indah Kemangi Kendal, Dari Wisata Pantai Menjadi Penopang Kemandirian Desa Jungsemi
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, yang hadir di sini 200 orang sebagai perwakilan. Seluruh data penerima sudah disiapkan secara lengkap, mulai dari nama, pekerjaan, bank penyalur, hingga skema cicilan dan jangka waktu pembiayaan.
Pemerintah akan terus memperluas program penyediaan rumah bagi masyarakat melalui berbagai terobosan pembiayaan dan kolaborasi lintas sektor.
“Kita harus menjangkau seluruh warga Indonesia di mana pun berada. Karena itu, kita terus bekerja keras dan mencari cara-cara baru agar jumlah rumah yang dapat dinikmati masyarakat semakin banyak. Capaian pembangunan perumahan saat ini merupakan langkah yang membanggakan, namun pemerintah menyadari kebutuhan rumah masyarakat masih sangat besar,” jelasnya.
Baca Juga: Pemprov Jateng Mulai Sisihkan Anggaran untuk Pilgub 2029, Jaga Fiskal Tetap Sehat
Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan sektor swasta menjadi salah satu kekuatan utama dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat. Ini yang kami maksud dengan Indonesia Incorporated, yaitu semangat bergotong royong membangun bersama. Semua pihak berkontribusi agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah yang layak.
“Pentingnya inovasi dalam pembangunan perumahan dengan mempelajari praktik terbaik dari berbagai negara. Kita tidak boleh malu belajar dari negara lain. Dengan keberanian berinovasi, belajar, dan melakukan terobosan, saya yakin Indonesia mampu mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, program rumah subsidi tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai penerima rumah, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya pengembang lokal di berbagai daerah.
Ia mencontohkan sejumlah pengembang yang memulai usaha dari bawah dan kini mampu berkembang, termasuk pengembang asal Kabupaten Batang.
“Di Batang ada pengembang lokal yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga pemasaran dan kini berhasil menjadi pengembang perumahan yang berkembang. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh pelaku usaha daerah,” tuturnya.
Menurutnya, penyelenggaraan akad massal KPR subsidi kali ini melibatkan 10 bank penyalur dengan total 62.710 penerima manfaat, sementara 200 orang hadir langsung sebagai perwakilan dalam seremoni di Batang.
Maruarar juga menjelaskan, bahwa pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan yang mendukung masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah.


