Wamen ESDM Tinjau SPKLU di Rest Area 379 A Batang

Wamen ESDM tinjau SPKLU di Rest Area 379A Batang, pastikan layanan pengisian kendaraan listrik siap layani pemudik Lebaran 2026.
BATANG, puskapik.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Yuliot Tanjung meninjau fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), guna memastikan kesiapan layanan bagi pemudik pengguna kendaraan listrik pada Lebaran 2026.
Dalam kunjungannya, Yuliot menilai fasilitas di rest area tersebut sudah memadai, khususnya keberadaan SPKLU yang dinilai mampu mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di jalur tol Trans Jawa.
“Hari ini kami berkunjung ke Rest Area 379A Batang yang lokasinya cukup luas dan bagus. Layanan SPKLU bagi kendaraan listrik juga sudah cukup banyak tersedia di sini,” katanya saat ditemui di Rest Area KM 379A Batang, Kabupaten Batang, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga: 6 Juta Wisatawan Diprediksi Bakal Serbu Destinasi Jateng Selama Libur Lebaran
Ia menyampaikan, jumlah layanan kendaraan listrik diproyeksikan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 tercatat sekitar 13.000 pengguna, pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi 23.000 pengguna atau naik sekitar 67 persen.
Menurutnya, peningkatan tersebut diiringi dengan penguatan infrastruktur pengisian daya, termasuk peningkatan teknologi dari fast charging menjadi ultra fast charging guna mempercepat waktu pengisian.
Baca Juga: Plt. Bupati Sukirman Bersama Forkopimda Pantau Posko Mudik, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Pemudik
“Dengan peningkatan layanan ini, waktu tunggu masyarakat menjadi lebih singkat sehingga perjalanan menjadi lebih efisien,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan, PLN terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan SPKLU di berbagai wilayah, termasuk jalur strategis mudik.
“Jumlah SPKLU secara nasional meningkat dari 1.000 unit menjadi 1.800 unit atau naik sekitar 1,7 kali lipat. Selain itu, optimalisasi layanan juga dilakukan dengan mengganti pengisian daya tipe medium dan slow charging menjadi fast dan ultra fast charging di sejumlah rest area,” jelasnya.


