Aksi Jalan Kaki Pemekaran Masuki Etape Purbalingga–Banjarnegara, Khamid dan Wawan Dapat Layanan Pijat dan Cek Kesehatan

Selasa, 21 April 2026 | 15.35
Khamid dan Wawan dua warga Bumiayu yang melakukan aksi jalan kaki pemekaran mendapatkan sambutan hangat saat beristirahat dan bermalam di Panti Asuhan Nurussalam, Pelumutan, Kemangkon, Purbalingga (FOTO DOK)
Khamid dan Wawan dua warga Bumiayu yang melakukan aksi jalan kaki pemekaran mendapatkan sambutan hangat saat beristirahat dan bermalam di Panti Asuhan Nurussalam, Pelumutan, Kemangkon, Purbalingga (FOTO DOK)

Dua warga Brebes lanjutkan aksi jalan kaki Bumiayu–Semarang demi pemekaran Brebes Selatan, disambut hangat warga dan tetap dalam kondisi sehat.

BREBES, puskapik.com – Aksi jalan kaki pemekaran Bumiayu–Semarang yang dilakukan dua warga Bumiayu, Khamid dan Wawan, memasuki etape Purbalingga–Banjarnegara, Selasa 21 April 2026.

Ketua Aliansi Perjuangan Pemekaran Brebes Selatan, Agus Sutiono, mengatakan, aksi jalan kaki pemekaran mendapat perhatian dan sambutan hangat dari masyarakat di sepanjang rute yang dilalui.

Pada Senin malam 20 April 2026, Khamid dan Wawan tiba di wilayah Purbalingga dan disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, PKK Pemalang Gaungkan Makanan Sehat Lewat Lomba Kreatif

Keduanya bermalam di Panti Asuhan Nurussalam, Pelumutan, Kecamatan Kemangkon."Disambut dengan baik dan dijamu oleh pengurus panti asuhan,” kata Agus.

Pada pagi harinya, pengurus panti asuhan memberikan layanan pijat untuk memulihkan kebugaran.

Selain itu, juga menjalani cek kesehatan di Kantor Desa Pelumutan.“Alhamdulillah, kondisi Khamid maupun Wawan dalam keadaan sehat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," katanya.

Baca Juga: Urus Adminduk di Brebes Terhindar Pungli, Begini Tips dan Langkahnya

Agus menambahkan, aksi jalan kaki pemekaran Bumiayu–Semarang ini akan terbagi dalam delapan etape yang melintasi Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung hingga Kabupaten Semarang sebelum tiba di Kota Semarang.

Sementara itu, Khamid menyebut perjalanan yang dilalui cukup melelahkan, namun memberikan banyak kesan dan pengalaman.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait