Alat Berat Tak Cukup Kuat, Evakuasi Reruntuhan Gedung Hogwan Bumiayu Dihentikan

Evakuasi reruntuhan Gedung Hogwan Bumiayu dihentikan sementara karena alat berat belum mampu menangani puing. Jalan Lapangan Asri masih ditutup demi keselamatan
BREBES, puskapik.com – Proses evakuasi material reruntuhan Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, dihentikan sementara. Alat berat yang digunakan belum cukup kuat untuk menangani puing bangunan, sementara penggunaan alat yang lebih besar justru dikhawatirkan membahayakan petugas.
Kepala UPTD DPU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan alat berat yang digunakan untuk evakuasi merupakan excavator PC 78.
Menurut Tanti, alat tersebut belum mampu menangani material bangunan yang masih berada di lokasi. Namun, menggantinya dengan alat berat berkapasitas lebih besar juga memiliki risiko.
Baca Juga: Muscab IV Demokrat Jateng Masuk Hari Kedua, 13 DPC Jalani Verifikasi dan Persidangan
Penggunaan alat yang lebih besar dikhawatirkan menimbulkan getaran yang dapat memengaruhi bagian bangunan Gedung Hogwan yang masih berdiri. Kondisi itu berpotensi membahayakan petugas yang berada di sekitar lokasi.“Jadi untuk sementara kita hentikan dulu,” kata Tanti, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Tanti, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah merobohkan terlebih dahulu bagian tembok bangunan yang masih tersisa. Setelah itu, material reruntuhan dapat dibersihkan menggunakan alat berat.
Namun, penanganan bagian bangunan yang masih berdiri memerlukan koordinasi lebih lanjut. Gedung Hogwan bukan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Brebes.
Baca Juga: Limbah Kayu Lapuk di TPK Kajen Pekalongan Terbakar, Diduga Berasal dari Bekas Pembakaran Sampah
Tanti mengatakan, bangunan tua bekas pabrik tapioka tersebut masih memiliki ahli waris. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bumiayu untuk mencari solusi terbaik.
“Kami akan berkoordinasi dengan Forkopimcam untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Jalan Lapangan Asri masih ditutup sementara. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses yang menghubungkan kawasan pusat Kota Bumiayu dengan Jalan Lingkar Bumiayu.
Warga yang hendak menuju Kota Bumiayu maupun sebaliknya dapat menggunakan jalur alternatif melalui Talok atau Jalan KH Ahmad Dahlan.
Tanti mengimbau masyarakat tidak mendekati atau melakukan aktivitas di sekitar lokasi Gedung Hogwan selama proses penanganan belum dinyatakan aman.
Penghentian sementara proses evakuasi dilakukan setelah tim gabungan sebelumnya melakukan pencarian dan pembersihan material bangunan. Dalam proses pencarian tersebut, tiga orang ditemukan meninggal dunia.
Dua korban merupakan kakak beradik, Nara (4) dan Arfa (8), yang rumahnya tertimpa material bangunan. Korban lainnya adalah Kajat (80), yang ditemukan sekitar pukul 13.40 WIB dalam kondisi tertimbun reruntuhan.


