Gubernur Ahmad Luthfi Temui Pengungsi Tanah Bergerak di Sirampog Brebes : Minta Warga Tak Kembali ke Rumah

Rabu, 18 Februari 2026 | 11.50
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berdialog dengan warga terdampak tanah gerak di lokasi pengungsian Ponpes Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawwir, Dukuh Limbangan, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berdialog dengan warga terdampak tanah gerak di lokasi pengungsian Ponpes Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawwir, Dukuh Limbangan, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi temui korban tanah bergerak Brebes, serahkan bantuan dan minta warga tak kembali ke rumah demi keselamatan.

BREBES, puskapik.com – Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menemui warga terdampak bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, di lokasi pengungsian, Rabu 18 Februari 2026.

Para korban saat ini mengungsi di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawwir, Dukuh Limbangan, Desa Sridadi. Gubernur yang disambut Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, langsung menemui para pengungsi.

Dalam kesempatan itu, gubernur menyerahkan sejumlah bantuan bagi warga terdampak serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Bencana tanah bergerak melanda Dukuh Bojongsari sejak 30 Januari 2026 itu berdampak cukup luas. Total terdapat 143 unit rumah terdampak, dengan rincian 175 kepala keluarga atau 532 jiwa.

Baca Juga: Solusi Atasi Banjir di Pantura Kabupaten Tegal, Ini Penjelasan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani

Kemudian sebanyak 37 kepala keluarga (65 jiwa) telah mengungsi.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur dan fasilitas umum, di antaranya:

Jalan desa amblas sepanjang kurang lebih 700 meter

Dua tempat ibadah, yakni Masjid Masroatul Khasanah dan Mushola Al Ikhlas

PAUD Bina Suhada TPQ Masroatul Khasanah.

Dalam dialog bersama warga, Gubernur Ahmad Luthfi meminta masyarakat tidak kembali ke rumah karena kondisi tanah masih berpotensi membahayakan.

“Jangan kembali ke rumah. Biar nanti pemerintah yang urus,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, pemerintah telah menyiapkan fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga dapur umum.

Gubernur juga meninjau posko kesehatan dan dapur umum untuk memastikan distribusi logistik berjalan lancar dan kebutuhan para pengungsi tercukupi.

Setelah itu, Ahmad Luthfi menggelar rapat penanganan bencana bersama dinas terkait di tingkat kabupaten dan provinsi guna mempercepat langkah penanganan serta merumuskan solusi jangka panjang bagi warga terdampak. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait