Ismu Subroto: Rumah Potong Unggas Brebes Bukan Sekadar Retribusi, Tapi Investasi Jangka Panjang
Kamis, 13 November 2025 | 01.56

BREBES, puskapik.com - Rumah Potong Unggas (RPU) Limbangan Wetan, Kabupaten Brebes, yang dibangun dengan anggaran Rp7,3 miliar sejak 2022, hingga kini belum beroperasi. Meski sempat gagal dilelang, Pe...
BREBES, puskapik.com - Rumah Potong Unggas (RPU) Limbangan Wetan, Kabupaten Brebes, yang dibangun dengan anggaran Rp7,3 miliar sejak 2022, hingga kini belum beroperasi.
Meski sempat gagal dilelang, Pemkab Brebes memastikan fasilitas ini bukan proyek mangkrak, melainkan investasi jangka panjang yang diharapkan memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Brebes, Ismu Subroto, menjelaskan bahwa pengelolaan RPU resmi diserahkan kepada CV Agung Freshindo melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah (KSP).
"Setelah proses lelang umum akhir 2023 gagal karena tidak ada peminat, lelang kembali dibuka pada 2024 melalui ULP dan CV Agung Freshindo ditetapkan sebagai pemenang," ungkap Ismu saat ditemui, Rabu (12/11/2025).
Kontrak kerja sama ditandatangani November 2024 dengan kontribusi awal Rp105 juta yang langsung masuk ke kas daerah.
Menurut Ismu, kerja sama ini bukan sekadar penerimaan retribusi, melainkan investasi jangka panjang karena ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pembagian keuntungan serta manfaat luas bagi masyarakat.
"Kontrak ini bukan sekadar angka retribusi. RPU adalah investasi jangka panjang," tegas Ismu.
Ia menambahkan, jika hanya mengandalkan pelayanan pemotongan pasif seperti di RPH Rumansia, kapasitasnya terbatas, hanya puluhan ekor per hari. Dengan sistem modern, RPU diharapkan mampu meningkatkan skala produksi sekaligus kualitas layanan.
Dalam kontrak, Pemkab menerima kontribusi tetap Rp105 juta di tahun pertama, dengan total sewa diproyeksikan mencapai Rp6 miliar selama 20 tahun.
Selain itu, CV Agung Freshindo juga menanamkan investasi tambahan berupa penyempurnaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penambahan Air Blast Freezer (ABF), serta peningkatan daya listrik dengan nilai hampir Rp1 miliar.
Penyempurnaan dilakukan bertahap agar sesuai kaidah Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan bersertifikat halal.
"Kontrak ini memastikan kas daerah tetap mendapat pemasukan, sekaligus menambah aset yang akan menjadi milik Pemkab setelah kontrak berakhir," jelasnya.
Tak hanya itu, pembagian keuntungan setelah RPU beroperasi juga resmi tercantum dalam kontrak kerja sama, sehingga Pemkab tidak hanya menerima kontribusi tetap, tetapi juga bagian dari hasil usaha.
Ismu menegaskan, pengelolaan RPU tidak semudah yang dibayangkan.
"CV Agung Freshindo juga menargetkan RPU ini memenuhi standar NKV kelas 1," ujarnya.
Proses menuju NKV kelas 1 membutuhkan persiapan matang dan dana besar, termasuk rekrutmen tenaga kerja lokal, pemasangan peralatan, dan penambahan daya listrik. Targetnya, running test bisa dilakukan tahun ini.
"Untuk mencapai NKV kelas 1, minimal investasi Rp3,5 miliar harus digelontorkan. Kami akan mengevaluasi progres setiap tahun agar sesuai kontrak," tegas Ismu.
Selain aspek ekonomi, Ismu menyoroti manfaat sosial dari keberadaan RPU. Tenaga kerja lokal mulai terserap, termasuk ibu-ibu dari Limbangan Wetan.
"CV Agung Freshindo menargetkan RPU mulai beroperasi akhir tahun ini dengan sistem jasa pemotongan modern. Mereka bakal membuka lapangan kerja baru. Kami dorong agar tenaga kerja berasal dari warga sekitar. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menikmati hasilnya, tetapi juga terlibat langsung dalam prosesnya," pungkasnya.
Di akhir wawancara, Ismu menyampaikan terima kasih kepada para pegiat sosial yang ikut mendampingi proses pembangunan. Ia berharap keberadaan RPU dapat memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes. **
Artikel Terkait

Ngabuburit Bareng Bupati Brebes, Warga Antusias dan Sampaikan Aspirasi

Bupati Brebes Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem Usai Longsor Cilibur Seret Bangunan SMP

KPU Brebes Temukan Data Tak Padan Saat Coktas PDPB Triwulan I
