Komdigi Dorong Anak Gunakan Teknologi Secara Tepat Lewat Pentas Wayang Golek Santri di Brebes

Komdigi dan Pemkab Brebes menggelar Wayang Golek Santri untuk mengedukasi masyarakat tentang gizi anak dan keamanan digital menuju Generasi Emas 2045.
BREBES, puskapik.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemkab Brebes menggelar pagelaran Wayang Golek Santri, di Lapangan Desa Parireja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Rabu (3/6) malam.
Ribuan warga memadati pentas wayang golek dengan dalang Ki Haryo Enhus Susmono ini.
Dalam pangelarannya disisipi dengan dialog interaktif, bertema Membangun Generasi Emas Indonesia: Tubuh Sehat dan Aman di Era Digital.
Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Nunik Purwanti mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia merupakan aset paling berharga yang harus dijaga bersama.
Baca Juga: 2027 Trans Jateng Lintasi Temanggung-Magelang, Mobilitas Warga Makin Mudah
Setiap keluarga memiliki harapan agar anak-anak mereka tumbuh sehat, cerdas dan memiliki masa depan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
“Kita berkumpul untuk menjaga sesuatu yang paling berharga. Yaitu, masa depan anak-anak Indonesia. Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, pintar, dan memiliki masa depan yang lebih baik dari orang tuanya. Itulah cita-cita besar bangsa kita untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Dia mengatakan, tantangan yang dihadapi orang tua saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu orang tua dapat memantau aktivitas anak saat berada di luar rumah.
Baca Juga: Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi
Namun kini anak-anak dapat menjelajahi berbagai informasi dan berinteraksi dengan siapa saja melalui internet tanpa harus meninggalkan kamar mereka.
“Karena itu, pemerintah mendorong peran aktif orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara tepat. Selain mendukung Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas sebagai bentuk perlindungan anak di ruang digital,” jelasnya.
Menurut dia, Kabupaten Brebes dipilih sebagai lokasi kegiatan, karena memiliki potensi besar dan sumber daya manusia yang mampu bersaing di masa depan. Dengan dukungan pemenuhan gizi, pendidikan yang baik, serta lingkungan digital yang aman, anak-anak Brebes diyakini mampu menjadi bagian dari generasi penerus yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan.
Wakil Bupati Brebes, Wurja mengatakan, pembangunan generasi emas harus dimulai dari kesehatan dan kecukupan gizi anak. Tubuh yang sehat akan melahirkan semangat belajar, kreativitas, dan daya juang yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak kita tumbuh dengan gizi yang cukup karena dari tubuh yang sehat lahir semangat belajar, kreativitas, dan daya juang yang kuat. Di saat yang sama, kita hidup di era digital sehingga peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan anak-anak aman dan bijak dalam menggunakan teknologi,” ujar Wurja.
Wurja mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital yang menghadirkan pendekatan budaya melalui pergelaran wayang golek santri sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat. Pendekatan budaya membuat pesan-pesan pembangunan lebih dekat, membumi dan mudah diterima oleh masyarakat.


