9 Tahun Rusak, Petani di Pruwatan Brebes Tunggu Perbaikan Bendung Kedungjembat

Bendung Kedungjembat di Desa Pruwatan, Brebes, rusak sejak 2017. Lebih dari 100 hektare sawah terancam kekeringan, petani berharap perbaikan segera direalisasikan.
BREBES, puskapik.com – Sudah sembilan tahun Bendung Kedungjembat di Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mengalami kerusakan.
Hingga awal Agustus 2026, perbaikan yang sempat direncanakan pemerintah belum juga terealisasi, sementara petani terus berjuang mendapatkan air untuk mengairi lebih dari 100 hektare sawah.
Kerusakan bendung yang terjadi sejak 2017 dan semakin parah setelah banjir pada 2020 membuat warga tidak tinggal diam.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah dan Kantor Tersangka Korupsi Pemalang, Ini Hasilnya
Bersama para petani, mereka berulang kali bergotong royong membangun bendung darurat di Sungai Pemali agar air tetap mengalir ke lahan pertanian. Namun, setiap banjir datang, bendung darurat tersebut kembali rusak diterjang arus.
Salah seorang petani, Ahmad, mengaku berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan bendung permanen."Kami berharap segera dibangun. Sampai sekarang belum ada tanda-tandanya," ujarnya.
Menurut dia, musim kemarau membuat kondisi semakin berat karena aliran irigasi terhenti."Kemarau seperti sekarang tidak ada air sama sekali. Sawah tidak bisa digarap," katanya.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Ultimatum BUMD, Dongkrak PAD atau Dievaluasi
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah petak sawah mulai mengering. Sebagian lahan masih dipenuhi sisa jerami, sementara lahan lainnya belum diolah akibat kekurangan air.
Kepala Desa Pruwatan, Rasiman, mengatakan rencana perbaikan Bendung Kedungjembat sebenarnya sudah sempat disurvei.
Namun, hingga kini pemerintah desa belum menerima kepastian jadwal pelaksanaan."Memang benar ada rencana perbaikan tahun ini, bahkan sudah survei. Tapi sampai sekarang kami juga belum mendapat informasi kapan dilaksanakan," katanya.
Perbaikan Bendung Kedungjembat bersama Bendung Notog dan Bendung Tangeran sebelumnya diusulkan menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Namun, Kepala UPT Pengairan Pemali Hulu, Joko Pranoto, mengatakan, rencana perbaikan tiga bendung tersebut belum bisa direalisasikan pada tahun ini."Kami akan mengusulkan kembali pada tahun berikutnya," kata Joko saat dikonfirmasi. **


