Mayat dalam Koper Diautopsi di RSUD Brebes, Korban Dimutilasi Pelaku

Selasa, 17 Februari 2026 | 12.15
Tim Dokpol Polda Jateng tengah melakukan autopsi di kamar jenazah RSUD Brebes, terhadap mayat dalam koper yang ditemukan di rumah kosong.
Tim Dokpol Polda Jateng tengah melakukan autopsi di kamar jenazah RSUD Brebes, terhadap mayat dalam koper yang ditemukan di rumah kosong.

Mayat dalam koper di Brebes teridentifikasi Sapri (67), korban diduga dibunuh dan dimutilasi. Polisi lakukan autopsi dan buru pelaku.

BREBES, puskapik.com – Tim Dokter dan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jawa Tengah melakukan autopsi terhadap mayat dalam koper, Selasa (17/02/26). Autopsi di lakukan di kamar mayat RSUD Brebes.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengungkap identitas korban. Yakni, Sapri (67), warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo. Mayar korban yang disimpan dalam koper ini, ditemukan di sebuah rumah kosong, di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

Dari hasil pemeriksaan awal, tubuh korban ternyata dimutilasi pelaku. Hal ini diketahui saat koper di buka, dan petuga menemukan tubuh korban dalam beberapa bagian.

Baca Juga: Dihantam Hujan Angin, Dua Rumah Warga di Bulaksari Sragi Pekalongan Roboh

Hingga kini, polisi belum mengungkap secara resmi penyebab kematian korban. Namun kuat dugaan Sapri menjadi korban pembunuhan sebelum akhirnya dimutilasi pelaku.

Proses autopsi dilakukan secara menyeluruh oleh tim forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian, waktu kematian, serta kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya di tubuh korban. Petugas juga melakukan pendalaman terhadap kondisi potongan tubuh yang ditemukan di dalam koper.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebelum ditemukan tewas, korban sempat berpamitan untuk pergi ke Desa Sukareja. Korban rencananya menemui seseorang bernama Rokib berkaitan hutang pitutang. Rokib memiliki utang kepada korban sebesar Rp 5 juta.

"Pamitannya ke Desa Sukareja mau menagih hutang. Bapak saya juga saat itu membawa yang tunai Rp 20 juta. Selain itu, membawa HP. Namun bapak tak kunjung pulang. Bahkan, keluarga sampai kehilangan kontak. Hingga kami mendapat bapak ditemukan meninggal dunia," ungkap Rohman, anak korban.

Menantu korban Anto Suwanto mengaku, keluarga sangat terpukul atas kejadian. Ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap motif serta menangkap pelakunya.

“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan di hukum seberat-beratnya. Ini sangat kejam,” katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait