Melintas di Jalingkut Brebes-Tegal, Pemudik Motor Waspadai Angin Kencang

Jumat, 13 Maret 2026 | 11.28
Kondisi Jalingkut di Kabupaten Brebes yang berpotensi muncul angin kencang, dan perlu di waspadai pemudik motor.
Kondisi Jalingkut di Kabupaten Brebes yang berpotensi muncul angin kencang, dan perlu di waspadai pemudik motor.

Pemudik motor diminta waspada saat melintas di Jalingkut Brebes–Tegal karena angin kencang di jalur persawahan berpotensi mengganggu kestabilan kendaraan.

BREBES, puskapik.com - Jalur Lingkar Utara (Jakingkut) Brebes-Tegal menjadi salah satu jalur mudik di wilayah Brebes dan Kota Tegal. Jalan sepanjang 17 kilometer itu bakal dipadati kendaraan pemudik dari arah Jakarta, baik roda empat dan sepeda motor.

Namun bagi pemudik motor yang akan melintasi Jalingkut ini, perlu mewaspadai angin kencang yang bisa menggangu kestabilan berkendaraan.

Dari pantauan di lapangan, angin di Jalingkut ini cukup kencang. Bahkan, mampu menggoyangkan sepeda motor yang sedang melaju. Kondisi pemudik yang lelah dan terjangan angin kencang itu bisa memicu terjadinya kecelakaan.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Layanan Mudik, Sikap Tampang Anggota Polres Pekalongan Diperiksa Ketat

Angin di Jalingkut ini cukup kencang karena kondisi jalur yang berada di tengah areal persawahan dan tambak warga. Sehingga, tiupan angin langsung mengenai kendaraan.

"Kalo siang hingga sore, angin di Jalingkut ini sangat kencang. Kalau tidak hati hati, pengendara motor bisa celaka," ungkap Samsyul (40), salah seorang pengendara motor warga Wansari, Brebes.

Jalingkut selama ini juga masuk dalam peta rawan kecelakaan. Bahkan, juga salah satu jalur tengkorang di wilayah Brebes. Itu karena kerap terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut.

Hingga H-8 Lebaran, terpantau Jalingkut masih didominasi kendaraan berat. Untuk kendaraan pemudi belum terpantau melintas.

Baca Juga: Bus Wisata ke Guci Dilarang Lewat Clirit, Kapolres Tegal Alihkan Arus via Pemalang

Kabag Ops Polres Brebes, Kompol Suraedi mengatakan, berdasarkan data Dinas Perhubungan, puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi jatuh pada 14-15 Maret 2026. "Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret 2026," ungkapnya.

Artikel Terkait