Momen Haru, Ibu TKI Pulang Diam-Diam Hadiri Wisuda Anak di SMK Ma’arif NU Paguyangan Brebes

Senin, 11 Mei 2026 | 16.50
Momen haru Rohanita TKI Taiwan yang diam diam menghadiri wisuda kelulusan anaknya di SMK Ma'arif NU Paguyangan, Kabupaten Brebes
Momen haru Rohanita TKI Taiwan yang diam diam menghadiri wisuda kelulusan anaknya di SMK Ma'arif NU Paguyangan, Kabupaten Brebes

Momen haru wisuda SMK Ma’arif NU Paguyangan, ibu TKI pulang diam-diam beri kejutan, peluk anak usai lama berpisah.

BREBES, puskapik.com – Acara Purnawiyata atau wisuda kelulusan siswa kelas XII SMK Ma’arif NU Paguyangan, Kabupaten Brebes, Angkatan ke XXXI pada Senin, 11 Mei 2026, diwarnai momen haru yang menyita perhatian siswa dan tamu undangan.

Momen tersebut terjadi pada wisudawan Wily Okta Salindra, siswa kelas XII jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), yang bertemu kembali dengan ibunya di atas panggung wisuda.

Wily diketahui sejak kecil tumbuh tanpa kehadiran ibu secara langsung. Sang ibu, Rohanita, asal Gumelar, Kabupaten Banyumas, bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak Wily berusia sekitar 4 tahun.

Baca Juga: Disdikbud Tegal Dalami Dugaan Perundungan Siswi SMP, Korban Dapat Pendampingan Psikologis

Rohanita pernah bekerja di Taiwan, kemudian Singapura. Ia sempat pulang pada 2018 dan 2023, namun setelah itu kembali bekerja ke luar negeri dan tidak lagi pulang dalam beberapa tahun terakhir. Selama itu, komunikasi hanya dilakukan dari jarak jauh.

Selama ibunya menjadi TKI, Wily tinggal bersama neneknya di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Pada momen wisuda tersebut, Wily, termasuk neneknya, tidak mengetahui bahwa ibunya telah berada di lokasi acara.

Baca Juga: Pemuda di Pekalongan Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung dengan Cobek Batu

Berbeda dari wisudawan lainnya, Wily naik ke panggung didampingi Kepala SMK Ma’arif NU Paguyangan, Mardiyanto. Di atas panggung, keduanya sempat berbincang mengenai kerinduan kepada orang tua, khususnya ibu yang lama tidak ditemui.

Bahkan, Mardiyanto sempat menawarkan kesempatan untuk melakukan video call dengan sang ibu. Namun, tawaran tersebut tidak diambil oleh Wily. Ia kemudian hanya menyampaikan doa singkat untuk ibunya.“Sehat-sehat ya Bu,” ucap Wily.

Beberapa saat kemudian, suasana di atas panggung berubah hening. Dari sisi panggung, tampak seorang perempuan membawa koper kecil berjalan menuju panggung dan langsung memeluk Wily.

Tangis keduanya pecah dalam momen yang disaksikan ratusan orang di lokasi acara.“Tidak menyangka. Senang sekali ternyata ibu ada di sini,” ujar Wily.

Rohanita mengaku sengaja pulang untuk mendampingi anaknya di hari kelulusan.

“Saya sudah niat pulang untuk memberi kejutan pada anak saya. Saya ingin mendampingi Wily seperti anak-anak lainnya di hari kelulusannya,” ujarnya.

Kepala SMK Ma’arif NU Paguyangan, Mardiyanto, mengatakan, wisuda tahun ini diikuti 377 siswa dari berbagai jurusan, yakni Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Akuntansi, serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait