Pengasuh Ponpes AL Hikmah 1 Benda Angkat Bicara Soal Pemekaran Brebes, Begini Penjelasannya

KH Labib Shodik menyoroti wacana pemekaran Brebes Selatan, menolak gerakan bermuatan kepentingan dan minta masyarakat bersikap bijak.
BREBES, puskapik.com - Wacana pemekaran Kabupaten Brebes yang kembali hangat, mendapat perhatian serius dari KH Labib Shodik Suchemi.
Tokoh masyarakat dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes ini, akhirnya angkat bicara terkait wacana pemekaran wilayah Brebes bagian selatan tersebut.
Seperti diketahui, dalam beberapa bulan teraakhir, wacana pemekaran Kabupaten Brebes terus berkembang. Ini menyusul tim pembentukan Brebes Selatan mendatangi Bupati Brebes.
Baca Juga: Unik, Pelantikan ASN Pemkab Tegal di Jalan Pagerbarang-Jatibarang, Ini Filosofinya
Termasuk, mendatangi DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk menindaklanjuti usulan terkait pemekaran Brebes Selatan yang sudah lama digaungkan tersebut.
Namun demikian pergerakan untuk mengusung aspirasi pemekaran itu, terpolarisasi menjadi kelompok yang mengatasnamakan Presidium Pemekaran dan Komite Percepatan Pemekaran.
Munculnya hal ini menjadi tanda bagi KH Labib Shodik Suchemi. Ada apa dibalik itu ?. "Kelompok Presidium Pemekaran memiliki pemikiran yang sangat luas.
Baca Juga: Jukir Parkir Alun-alun Tegal Protes Setoran ke Dishub Naik Sepihak
Mereka juga memahami prosedur mekanisme alur yuridis terkait dengan pemekaran. Sehingga sampai hari ini kelompok ini tidak melakukan rencana gerakan demo atau lainnya, yang bikin ribut dan gaduh.
Sementara kelompok yang lain. Yakni, Komite Percepatan Pemekaran dengan pergerakannya seakan-akan memiliki kepentingan tertentu. Ada apa sih sebenarnya di balik itu? Apa ada udang di balik rempeyek.?" ujar KH Labib Shodik, sambil balik bertanya, kemarin.
Pria yang akrab di sapa Abah Labib ini mengungkapkan, sesuai konsep teologis yang termaktub dalam Qur'an, tidak boleh ada Tuhan dua di bumi ini.
Baca Juga: Longsor di Desa Pranten Batang, BPBD dan Warga Bersihkan Material
Jika di dunia ini ada dua tuhan, maka pasti akan rusak alan ini. Pergerakan pemekaran kabupaten Brebes Selatan tidak boleh di tunggangi oleh pihak tertentu yang memiliki kepentingan.
"Oleh karena itu, saya menolak untuk di libatkan dalam kelompok Komite Percepatan Pemekaran. Dan juga sangat menyayangkan adanya kelompok baru ini," katanya.
Abah Labib mengatakan, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, saat ini sedan berkonsentrasi memberikan pelayanan kepada masyarakat Brebes dengan sebaik baiknya. Termasuk, melalui perbaikan infrastruktur.
Artikel Terkait

Mudahkan Cari Pekerjaan di Brebes, Inovasi Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan Indeks Inovasi Daerah

14 Rumah Sakit Jalin Kerjasama Layanan Bangkit Disdukcapil Brebes

Bupati Brebes Pesan Anak Yatim Jangan Rendah Diri, 100 Anak di Paguyangan Terima Bansos
