Produksi Sampah Warga Brebes 1.300 Ton Per Hari, Ini Langkah Pemkab

Senin, 25 Mei 2026 | 10.29
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma memakaikan rompi kepada peserta Gerakan Bestie dan Polisi Peduli Sampah, di Pendopo Brebes.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma memakaikan rompi kepada peserta Gerakan Bestie dan Polisi Peduli Sampah, di Pendopo Brebes.

Brebes hasilkan 1.300 ton sampah per hari, 538 ton belum tertangani. Pemkab luncurkan program BESTIE dan Polisi Peduli Sampah untuk edukasi warga.

BREBES, puskapik.com - Sampah yang diproduksi warga di Kabupaten Brebes saat ini mencapai 1.300 ton per hari. Dari jumlah ini, sebanyak 538 ton sampah belum tertangani secara optimal.

Untuk itu, Pemkab Brebes terus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari lingkungan masing-masing.

Langkahnya dengan mewujudkan melalui peluncuran program Balai Edukasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi (BESTIE) dan Polisi Peduli Sampah. Kedua program itu dilucurkan, kemarin, di Pendopo Kabupaten Brebes.

Baca Juga: Puluhan Pelajar SMP Pekalongan Diamankan Aparat, Saat Konvoi Kelulusan

Program tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes. Peluncuran program ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Penuntasan Permasalahan Sampah oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, camat hingga elemen masyarakat.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengatakan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah daerah. Tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

Jumlah timbulan sampah di Kabupaten Brebes kini mencapai sekitar 1.300 ton per hari, dan ini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama. Karena itu, edukasi dan perubahan perilaku masyarakat menjadi langkah penting dalam mengurangi volume sampah.

Baca Juga: Lomba Maca Artikel Basa Tegalan

“Melalui program BESTIE dan Polisi Peduli Sampah, kami ingin membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Penanganan sampah harus dimulai dari kesadaran bersama,” katanya.

Menurut dia, program BESTIE dirancang sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah terintegrasi yang dapat mendorong masyarakat memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah secara benar.

Sementara program Polisi Peduli Sampah diharapkan mampu memperkuat pengawasan. Sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

"Selain membangun kesadaran masyarakat, kami juga terus melakukan penguatan sarana dan sistem pengelolaan sampah. Di antaranya melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), optimalisasi TPS 3R, pengembangan bank sampah, hingga kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik," jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes Moch Sodiq menambahkan, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan penanganan sampah di daerah.

Saat ini masih terdapat sekitar 538 ton sampah per hari yang belum tertangani secara optimal. Karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar pengelolaan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga.

“Permasalahan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Perlu kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait