Ratusan Ojol Brebes Serbu Dapur Desa MBM, Inisiasi Warga Anggaran dari Donatur

Rabu, 17 Juni 2026 | 21.33
Dapur Desa Makan Bergizi Mandiri di Brebes
Dapur Desa Makan Bergizi Mandiri di Brebes

Dapur Desa MBM diinisiasi oleh Agung Karyo, putra daerah Brebes sebagai bentuk kepedulian sosial membantu masyarakat kurang mampu memperoleh makanan bergizi

BREBES, puskapik.com - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) konvoi di Jalur Pantura Kota Brebes, Rabu 17 Juni 2026.

Mereka mendatangi Dapur Desa Makan Bergizi Mandiri (MBM), di Kaligangsa Wetan, Brebes.

Dapur Desa yang berada di halaman RM Sate Karyo Brebes ini memperingati Tahun Baru Islam dan sosialisasi Program Dapur Desa MBM.

Baca Juga: Tradisi Ratiban di Pandansari Brebes, Warga Berebut Berkah dari Tumpeng dan Hasil Bumi

Dalam kegiatannya, ratusan ojol bersama warga menikmati hidangan makan gratis yang disediakan.

Menu yang disajikan berupa sate kambing khas Brebes dan beberapa menu bergizi lainnya.

Sebelum menggelar tasyakuran dan sosialisasi, ojol yang berjumlah sekitar 500 orang ini, berkonvoi sepeda motor menuju lokasi kegiatan.

Mereka mendapat pengawalan dari mobil patwal Polres Brebes. Kehadiran ratusan ojol dan warga juga sempat membuat Jalur Pantura tersendat, saat prosesi awal kegiatan di mulai.

Meski ojol dan warga antre makan gratis, tetapi suasananya penuh keakraban dan kebersamaan.

Program Dapur Desa MBM ini, merupakan gagasan yang diinisiasi oleh Agung Karyo, putra daerah asal Kabupaten Brebes.

Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu agar dapat memperoleh akses makanan bergizi secara mudah dan berkelanjutan.

Agung Karyo menjelaskan, konsep MBM tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan gratis, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.

Satu Desa Satu Dapur

“Melalui Dapur Desa MBM, kami ingin menghadirkan gerakan gotong royong yang nyata. Tujuannya membantu masyarakat yang membutuhkan. Sekaligus membangun kesadaran pentingnya konsumsi makanan bergizi. Kata orang jawa, yen ngelih pikirane ngalih. Jika ada program ini, semuanya kenyang,” ujarnya disela-sela kegiatan.

Menurut dia, program ini memiliki visi besar dengan target pembangunan satu dapur di setiap desa.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait