Tebing Longor 30 Meter di Desa Cilibur, Pemkab Brebes Siapkan Relokasi Jalur

Minggu, 8 Maret 2026 | 19.57
Tebing longsor
Tebing longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes

Pemkab Brebes telah mengambil langkah cepat dalam penanganan tebing longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes dengan relokasi jalur

BREBES, puskapik.com - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan, pihaknya telah mengambil langkah cepat dalam penanganan longsor yang melanda Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, pada Minggu (08/02/2026) pukul 01.00 WIB.

Longsor di Cilibur dipicu curah hujan intens tinggi di wilayah Brebes Selatan menyebabkan banjir pada Kali Longkrang.

Banjir kemudian menggerus tebing sebelah utara hingga memicu longsoran dengan dimensi panjang sekitar 20 meter dan tinggi 30 meter.

Baca Juga: Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Kendal Tanam Jagung Serentak di Kedungsuren

"Kami segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait setelah mendapatkan informasi pertama kali. Keselamatan masyarakat serta kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah," kata Bupati Paramitha, Minggu (8/3/2026)

Longsoran tersebut menyebabkan badan jalan kabupaten ruas Cilibur-Langkap terdampak sepanjang 50 meter, dengan seluruh lebar jalan eksisting 3 meter tergerus total akibat material tanah yang runtuh.

Pada pukul 08.30 WIB hari yang sama, terjadi longsor susulan yang mengenai talud penahan tebing dan bangunan kamar mandi SMP Muhamadiyah 03 Paguyangan dengan dimensi lebar 3 meter dan panjang 6 meter.

Potensi Longsor Susulan

Beberapa titik di lokasi masih menunjukkan tanda retakan yang mengindikasikan potensi longsor susulan.

Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut.

Kerusakan terjadi pada badan jalan, talud penahan, dan bagian bangunan sekolah, sementara jumlah pengungsi tercatat nihil.

Baca Juga: Pelatihan Ecobrick di Kendal Tekankan Tanggung Jawab Kelola Sampah Plastik

Bupati Paramitha mengungkapkan bahwa dukungan dari tingkat provinsi akan turut mempercepat proses penanganan.

"Sudah koordinasi dengan gubernur juga, katanya pak Gubernur mau nurunin tim juga bantu kesana penanganan relokasi," ungkapnya.

Menurutnya, langkah penanganan harus disusun secara cermat mengingat kondisi lapangan yang memiliki risiko tinggi.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait