Warga Berharap Penanganan Tebing Sungai Keruh Rampung Sebelum Musim Hujan Tiba

Penanganan tebing Sungai Keruh di Bumiayu, Brebes, mulai dilakukan untuk mengamankan jembatan dan permukiman warga sebelum musim hujan tiba.
BREBES, puskapik.com – Penanganan tebing Sungai Keruh di Dukuh Blere, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mulai dilakukan. Warga berharap pekerjaan tersebut rampung sebelum musim hujan tiba.
Dari pantauan, alat berat mulai beroperasi di lokasi untuk membuat kisdam. Tahapan ini menjadi bagian awal sebelum penanganan tebing dilakukan.
Penanganan dikerjakan PPK 1.4 Jawa Tengah untuk mengamankan Jembatan Keruh di ruas jalan nasional Lingkar Bumiayu sekaligus permukiman warga di sekitarnya.
Baca Juga: Tiga Bulan Mengejar Target, Pembangunan Kampus UMKABA Kendal Dimulai
Pelaksana lapangan, Heri, mengatakan tebing yang ditangani memiliki panjang sekitar 225 meter dengan ketinggian antara 5 hingga 5,5 meter.“Sekarang masih tahap pembuatan kisdam. Setelahnya baru dimulai penanganan tebing,” kata Heri, Rabu 17 September 2026.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan sumuran dan dinding penahan tanah atau retaining wall. Masa pelaksanaannya diperkirakan sekitar dua bulan.
Tebing Sungai Keruh sebelumnya mengalami longsor secara bertahap sejak akhir 2025. Tanah terus tergerus hingga mengancam rumah warga, jalan, dan jembatan.
Baca Juga: Pangan Lokal Kendal Disiapkan Tembus Pasar Lebih Luas
Sebagai penanganan sementara, petugas sempat memasang geotekstil dan karung berisi tanah untuk menahan laju erosi.
Makmuri, warga Bumiayu yang akrab disapa Jimur, menyambut baik penanganan tersebut. Namun, ia khawatir hujan turun sebelum pekerjaan selesai.
Kekhawatiran itu didasari oleh prediksi BMKG bahwa musim hujan akan turun secara bertahap di bulan Oktober.“Kalau musim penghujan, sungai rawan banjir. Kami khawatir kalau hujan sudah turun duluan, sementara proyeknya belum selesai,” ujarnya.
Karena itu, Jimur berharap waktu yang sekarang ada dimaksimalkan untuk percepatan pekerjaan dengan tetap menjaga kualitas konstruksi. Ia juga meminta papan informasi proyek dipasang di lokasi agar masyarakat mengetahui informasi mengenai pekerjaan tersebut.***