Warga Cilibur Brebes Bangun Jalan Putus Secara Swadaya, Anggaran Capai Rp300 Juta

Kamis, 7 Mei 2026 | 14.51
Pengendara motor melewati jalan darurat yang dibangun warga Cilibur Brebes secara swadaya. Jalan kabupaten ini sebelumnya putus akibat longsor pada 8 Maret 2026.
Pengendara motor melewati jalan darurat yang dibangun warga Cilibur Brebes secara swadaya. Jalan kabupaten ini sebelumnya putus akibat longsor pada 8 Maret 2026.

Jalan Langkap–Cilibur Paguyangan yang sempat putus akibat longsor kini bisa dilalui lagi setelah dibangun cor beton swadaya warga Rp300 juta aman.

BREBES, puskapik.com – Jalan kabupaten penghubung Langkap–Cilibur di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, yang sempat putus akibat longsor sudah bisa dilalui kendaraan, Kamis, 7 Mei 2026.

Jalan tersebut sebelumnya putus akibat longsor yang juga menyeret bangunan MCK SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan. Bencana ini juga menjadi perhatian Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang langsung datang ke lokasi.

Kini, akses jalan sudah tersambung kembali menggunakan konstruksi cor beton bertulang. Di sisi jalan juga telah dipasang pelindung (guardrail). Sepanjang pembatas jalan tersebut juga terlihat bendera merah putih dan umbul-umbul yang dipasang warga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Baca Juga: Antisipasi Sengketa Lahan, Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal Percepat Sertifikasi 956 Bidang Tanah Wakaf

Lalu ada juga prasasti bertuliskan pembangunan jalan darurat Langkap–Cilibur dengan sumber anggaran swadaya masyarakat murni senilai Rp300 juta.

“Iya. Perbaikan jalan ini menggunakan anggaran swadaya masyarakat,” kata tokoh masyarakat sekaligus koordinator perbaikan jalan, Ahmad Sopani.

Menurutnya, perbaikan dilakukan karena putusnya akses jalan berdampak langsung terhadap aktivitas warga, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Gubernur Perintahkan Inspektorat Turun Usut Kasus Absensi Fiktif di Brebes

Warga, lanjutnya, tidak ingin terlalu lama menunggu penanganan permanen dari pemerintah karena masih terkendala proses penganggaran dan aturan pembangunan.

Sopani menjelaskan, pembangunan jalan darurat tersebut menggunakan konstruksi cor beton bertulang sepanjang 45 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan sekitar 20 sentimeter.“Total biaya pembangunan mencapai sekitar Rp300 juta,” ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait