Ekonomi Lesu, Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal Keluhkan Omzet Turun hingga 25 Persen

Mayoritas pedagang Pasar Pagi Kota Tegal mengeluhkan sepi pembeli yang berdampak pada penurunan omzet hingga 25 persen pada momen HUT RI bulan Agustus 2026
TEGAL, puskapik.com - Mayoritas pedagang Pasar Pagi Kota Tegal keluhkan sepi pembeli yang berdampak pada penurunan omzet hingga 25 persen.
Salah satunya disampaikan seorang pedagang sembako, Ahmad yang mengaku omzetnya menurun sekitar 20 - 25 persen pada bulan Agustus 2026 ini.
"Bulan Agustus tahun ini sungguh diluar perkiraan saya, ekonomi terasa sangat lesu, padahal bulan ini kan bulan kemerdekaan RI bersamaan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad, per hari biasanya omzet tembus Rp 4 juta, saat ini cuma Rp 3 juta ya kalau dikira-kira turun 20 - 25 persen omzetnya," kata Ahmad saat ditemui https://puskapik.com, Rabu 19 Agustus 2026.
Baca Juga: Tips Menghindari Oversharing di Media Sosial
Dengan kondisi tersebut, Ahmad mengaku pasrah dan tetap bersyukur.
Menurutnya yang terpenting masih bisa berjualan dan masih bisa memenuhi kebutuhan hidup.
Dia berharap kepada pemerintah agar harga sembako bisa turun dan stabil.
Terpisah, Karim, seorang pedagang sayuran di Pasar Pagi Kota Tegal juga mengaku mengalami penurunan omzet. Dia mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Baca Juga: 5 Cara Merawat Sepatu Suede agar Tetap Bersih dan Awet
"Bulan Agustus tahun tahun ini lebih sepi, omzetnya menurut, saya biasanya menjual sayuran ke bakul-bakul bisa sampai Rp 500 ribu per hari, kali ini cuma di kisaran Rp 200 ribu hingga 300 ribuan. Yang jelas saya merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup," jelasnya.***


