Harga Bulu Melambung, Perajin Shuttlecock Lawatan Tegal Banyak yang Gulung Tikar

Para perajin shuttlecock untuk olahraga bulu tangkis di Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal Keluhkan Bahan baku berupa bulu entok sejak beberapa tahun lalu.
SLAWI, puskapik.com - Para perajin shuttlecock untuk olahraga bulu tangkis di Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal Keluhkan Bahan baku berupa bulu entok sejak beberapa tahun lalu.
Kondisi itu membuat para perajin guling tikar. Kepala Desa Lawatan, Sutarjo mengatakan, perajin shuttlecock mengambil bulu entok dari Cihna, Hongkong dan Taiwan.
Perajin Lawatan mulai berkurang seiring dengan kenaikan harga bulu entok.
Baca Juga: Inilah Cerita Menarik Sumurpanggang Tegal
Sejak 2019 lalu, harga bulu impor naik 400 persen. Dulu, bulu per 10 kilogram dijual dengan harga Rp 1,5 juta. Kini, telah mencapai Rp8 juta untuk 10 kilogram bulu.
Keuntungan para buruh perajin shuttlecock juga minim. Setiap orang memproduksi 1 slop hanya mendapatkan upah Rp2.500.
Sedangkan, setiap butuh perajin mampu memproduksi 5 slop tiap hari.
"Dulu, perajin home industri mencapai 300 orang belum termasuk buruh perajin. Kini, terus berkurang karena bahan baku mahal," kata Sutarjo.
Pemerintah Desa Lawatan sempat membuat koperasi dengan nama Lawatan Shuttlecock Sejahtera.
Baca Juga: Di Tengah Kota Bumiayu, Tersimpan Jejak Kehidupan Purba 1,8 Juta Tahun Lalu
Namun, hanya beberapa tahun sudah bubar. Pihak desa juga beberapa kali mencari solusi ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat, namun belum membuahkan hasil.
Sutarjo berharap agar perajin shuttlecock Lawatan bisa tetap bertahan, bahkan berkembang.
"Kami terus berupaya agar perajin tetap berproduksi. Kami juga tiap tahun menggelar expo shuttlecock Lawatan agar shuttlecock Lawatan tetap bertahan," katanya.
Camat Dukuhturi, Darmawan mengakui telah memahami persoalan perajin Lawatan. Upaya yang bisa dilakukan dengan membuat peternakan entok sendiri yang dikelola desa.
Hal itu sangat memungkinkan karena wilayah Lawatan sebelah barat masih terdapat sawah dan aliran sungai.
"Kami menginginkan kejayaan sentra kerajinan shuttlecock di Lawatan kembali berjaya. Kami juga tengah berupaya untuk memperkuat permodalan," kata Darmawan.
Baca Juga: Pelaksanaan Pilkades Pemalang Sistem TPS Terpisah Sesuai Aturan
Dalam pemasaran shuttlecock Lawatan, pihak Kecamatan Dukuhturi kerap melibatkan perajin untuk suplai setiap event bulu tangkis. Darmawan berharap kepada seluruh stekaholder untuk bisa membantu para perajin shuttlecock Lawatan.***
Artikel Terkait

Semarak HUT ke-81 PMI di Pemalang, Warga Ikuti Senam dan Donor Darah

Berkunjung ke Batang, Wapres Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG, Jumlah Total Capai 674 Orang

Puluhan Driver Ojol di Tegal Deklarasi Patrol, Satukan Roda Dua dan Roda Empat
