139 Perusahaan Masuk KEK Kendal, 37 Pabrik Masih Dibangun dan Siap Beroperasi Tahun Depan

Senin, 16 Maret 2026 | 18.38
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik manufaktur di KEK Kendal. (edhot)
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik manufaktur di KEK Kendal. (edhot)

Sebanyak 139 perusahaan berinvestasi di KEK Kendal. 56 sudah beroperasi, 37 pabrik masih dibangun dan ditargetkan mulai produksi tahun depan.

KENDAL, puskapik.com – Jumlah perusahaan yang berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus bertambah.

Hingga Maret 2026, tercatat sudah ada 139 perusahaan yang masuk dan menanamkan investasi di kawasan industri tersebut.

Dari jumlah tersebut, 56 perusahaan telah beroperasi, sementara 37 pabrik lainnya masih dalam tahap konstruksi atau pembangunan.

Baca Juga: Tiga Kader PDIP Bersaing Calon Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan pembangunan sejumlah pabrik di kawasan tersebut saat ini terus dikebut agar bisa segera beroperasi.

“Proses konstruksi dan pembangunan pabrik di KEK Kendal rata-rata dilaksanakan selama 12 bulan. Sehingga akhir tahun ini bisa selesai dikerjakan dan mulai tahun depan perusahaan tersebut dapat beroperasi,” kata Juliani usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan proyek tahap pertama pabrik furniture Kuka Home Industri, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: Viral di Medsos, Kasatpol PP Tegal Akui Ada Dugaan Pelanggaran Oknum Pegawai

Menurut Juliani, pengembangan KEK Kendal dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama kawasan yang dikembangkan mencapai 1.000 hektare, sedangkan tahap kedua direncanakan seluas 1.200 hektare.

Ia optimistis pengembangan tahap kedua akan cepat terisi investor karena ekosistem industri di KEK Kendal sudah terbentuk dengan baik.

“Sudah ada ekosistem yang bagus, sehingga tahap kedua bisa cepat karena sudah memiliki ekosistem yang terbentuk sehingga mudah untuk menarik investor lainnya,” jelasnya.

Salah satu investasi baru yang masuk adalah Kuka Furniture Industri Indonesia yang membangun pabrik furniture di kawasan tersebut. Investasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem industri, khususnya di sektor furniture yang memiliki potensi ekspor sangat besar.

Direktur Kuka Furniture Industri Indonesia, Wu Bin, mengatakan pihaknya memilih mendirikan perusahaan di KEK Kendal karena melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik serta dukungan kawasan industri yang dinilai sangat proaktif.

“Investor juga menilai sektor pekerja di Indonesia khususnya Kendal sangat memadai. Apalagi di KEK Kendal karena sangat proaktif mendukung tenant yang ada dan kemudahan yang kita dapatkan,” ujar Wu Bin.

Dalam proyek ini, Kuka Furniture Industri Indonesia menanamkan investasi sebesar 160 juta dolar Amerika Serikat dan menargetkan kapasitas ekspor hingga 25.000 kontainer furniture per tahun.

Pada tahap pertama operasional, perusahaan menargetkan kapasitas ekspor sekitar 15.000 kontainer per tahun, yang sebagian besar akan dipasarkan ke pasar internasional.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait