21.975 Warga Ikuti Program Mudik Gratis dan Balik Rantau Gratis Jateng

Gubernur Jateng lepas 21.975 peserta balik rantau gratis 2026. Program bantu perantau hemat biaya dan dukung perjalanan aman, tertib, terkoordinasi.
BOYOLALI, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memfasilitasi warganya yang kembali ke perantauan melalui Program Balik Rantau Gratis 2026.
Pelepasan dilakukan di sejumlah titik, yakni Asrama Haji Donohudan Boyolali, Terminal Mangkang Semarang, dan Terminal Bulupitu Banyumas.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas ribuan peserta Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (28/3/2026).
Program yang menjadi lanjutan dari mudik gratis ini menjangkau total 21.975 warga, sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam meringankan beban perantau, khususnya pekerja sektor informal.
Di Donohudan, yang menjadi lokasi pemberangkatan terbesar, sebanyak 41 bus diberangkatkan.
Secara keseluruhan, Pemprov Jateng menyiapkan 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang, serta 4 gerbong kereta api berkapasitas 320 penumpang.
Baca Juga: Sabtu Minggu Puncak Arus Balik Gelombang Kedua, Ini Kesiapan Polres Brebes
“Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan dengan menghadirkan program balik rantau gratis,” ujar Ahmad Luthfi sebelum memberangkatkan para pemudik.
Menurutnya, program ini bukan sekadar layanan transportasi, melainkan upaya menjaga tradisi mudik sekaligus membantu para perantau agar tetap bisa pulang kampung tanpa terbebani ongkos perjalanan. Dengan biaya perjalanan yang ditanggung pemerintah, para pekerja informal dapat mempertahankan tabungan mereka untuk kebutuhan keluarga.
“Dengan negara hadir memberikan sumbangan, meskipun itu kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka,” ujar Ahmad Luthfi.
Ahmad Luthfi menambahkan, mudik dan balik rantau gratis juga memberi dampak lain, yakni membantu pengaturan lalu lintas agar perjalanan pemudik lebih tertib, terkonsentrasi, dan terawasi.
“Dengan adanya mudik bersama yang terkoordinasi dari sisi lalu lintas, maka pergerakan pemudik menjadi lebih terkonsentrasi dan terawasi. Hal ini bisa meminimalkan adanya black spot maupun titik rawan terkait lalu lintas,” katanya.
Ia juga berpesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali ke perantauan agar tetap menjaga semangat bekerja dan membawa nama baik daerah asal.
“Jawa Tengah itu pekerja keras, sopan, dan toleran,” ujar Luthfi.



