59 Ribu Warga Jateng Keluar dari Kemiskinan, Menko Muhaimin Puji Strategi Ahmad Luthfi

Sabtu, 5 September 2026 | 09.27
puskapik

Kemiskinan Jateng turun menjadi 9,21 persen pada Maret 2026, sekitar 59 ribu warga keluar dari kemiskinan. Strategi Ahmad Luthfi bergeser dari bansos

SURAKARTA, puskapik.com – Upaya Jawa Tengah menekan kemiskinan mulai menunjukkan hasil.

Dalam lima tahun, tingkat kemiskinan Jateng turun dari 11,8 persen pada 2021 menjadi 9,21 persen pada Maret 2026. Strategi tersebut mendapat apresiasi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.

Muhaimin memuji langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang dinilai progresif, agresif, inovatif, dan kreatif dalam mengentaskan kemiskinan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Percepat Klaim, Bisa dari Rumah

“Sekali lagi, langkah-langkah para bupati, wali kota, dan juga Pak Gubernur tadi sangat progresif dan agresif, juga inovatif bahkan kreatif dalam menangani semua masalah kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem,” kata Muhaimin saat Rapat Koordinasi Daerah Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Kepemimpinan kepala daerah menjadi faktor penting untuk memastikan kebijakan berjalan terintegrasi hingga tingkat masyarakat.

Dalam konteks itu, gubernur memiliki posisi strategis sebagai penghubung kebijakan pusat dengan pemerintah kabupaten/kota. Peran tersebut mencakup penyelarasan program, pemutakhiran data kemiskinan, hingga penguatan koordinasi antardaerah.

Pemerintah sendiri menargetkan kemiskinan ekstrem mencapai nol persen pada 2026 dan tingkat kemiskinan turun menjadi lima persen pada 2029. Muhaimin memastikan inovasi yang dikembangkan daerah akan diperkuat melalui dukungan program pemerintah pusat dan koordinasi lintas sektor.

“Semua program para bupati dan wali kota tadi akan saya dorong dan bantu melalui koordinasi lintas sektor, sesuai dengan prioritas masing-masing bupati dan wali kota,” ujarnya.

Penurunan kemiskinan Jawa Tengah juga mendapat pengakuan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti. Ia menyebut, tren penurunan kemiskinan Jateng berlangsung konsisten. Dari 11,8 persen pada 2021, tingkat kemiskinan turun menjadi 9,21 persen pada Maret 2026.

“Kalau kita lihat kemiskinan di Jawa Tengah, dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, Pak Gubernur,” kata Amalia.

Dalam satu semester terakhir, angka kemiskinan Jateng turun 0,18 poin dibandingkan September 2025. Penurunan itu setara dengan sekitar 59,39 ribu penduduk yang berhasil keluar dari kemiskinan.

Ahmad Luthfi menegaskan, capaian tersebut tidak lahir dari satu program maupun satu institusi. Pemerintah memilih pendekatan collaborative government dengan menggerakkan berbagai kekuatan secara bersamaan.

Pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, BUMN dan BLUD, dunia usaha, perguruan tinggi, aparat kewilayahan, hingga masyarakat dilibatkan untuk memastikan intervensi kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus bergerak bersama untuk menangani kemiskinan,” ujar Luthfi.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait