Ahmad Luthfi: Adabnya Jawa Tengah Itu Tepa Selira, Sopan Santun, dan Gotong Royong

Minggu, 15 Maret 2026 | 11.52

Ahmad Luthfi menegaskan adab Jawa Tengah: tepa selira, sopan santun, dan gotong royong sebagai kunci kolaborasi relawan dan pemerintah bangun bersama.

SEMARANG, puskapik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot berbagai program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, penurunan angka kemiskinan, menarik investasi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Namun, keberhasilan program tersebut tidak bisa dicapai jika pemerintah berjalan sendiri. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah menggandeng berbagai pihak untuk terlibat dalam pembangunan, mulai dari kalangan swasta, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Dikatakan, membangun Jawa Tengah dengan jumlah penduduk 38,56 juta dengan 7,809 desa itu tidaklah gampang.

Baca Juga: 5.000 Peserta JKN PBI di Kota Tegal Nonaktif, DPRD Dorong Segera Diganti Warga Miskin

“Kami bukan superman yang semuanya bisa, tetapi kami adalah supertim. Kerja tidak boleh sendiri, tidak boleh parsial, tidak boleh menange dewe. Semua komponen masyarakat harus ikut membantu. Butuh kolaborasi bersama dalam membangun Jawa Tengah,” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menggelar silaturahmi dan buka bersama dengan para relawan Jawa Tengah di Gradhika Bakti Praja, Semarang, Sabtu malam, 14 Maret 2026.

Baca Juga: Ini Alasan Pembangunan Jembatan Kalierang Tegal Belum Rampung, Warga Diminta Gunakan Jalur Gunungjati

Dijelaskan, untuk mewujudkannya, pemerintah provinsi butuh integrasi dengan pusat dan kolaborasi dengan 35 kabupaten/kota sampai di tingkat desa. Perlu menggandeng semua komponen dan bersama-sama. Bahkan ia selalu menekankan, pemimpin daerah di Jateng harus mampu menjadi manajer marketing untuk menjual potensi wilayahnya agar investasi masuk.

“Syarat investasi adalah jaminan keamanan dan ketertiban. Kalau nafas gotong royong tidak ada, maka tidak bisa membangun. Sesama anak bangsa jangan sampai iri, dengki, jangan mengatakan yang tidak etis. Kita punya tata krama, punya adab. Jawa Tengah punya adigang adigung adiguna, tata tentrem raharja,” ungkap Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi berpesan, sebagai duta Jawa Tengah, relawan diwanti-wanti untuk tidak mudah terpancing menghadapi perkembangan situasi.

“Jangan melanggar hukum, jangan menyakiti orang lain. Kita tetap harus santun karena adabnya Jawa Tengah adalah sopan santun dan tata tentrem. Jika ada masyarakat yang tidak puas, jadikan itu sebagai spirit untuk terus bekerja dalam membangun Jawa Tengah,” ungkapnya.

Gubernur mengatakan, semua komponen mempunyai peran dan fungsi masing-masing. Jangan ada pecah belah apapun kepentingannya. Semua harus saling asah, asih, asuh.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait