Ini Alasan Pembangunan Jembatan Kalierang Tegal Belum Rampung, Warga Diminta Gunakan Jalur Gunungjati

Minggu, 15 Maret 2026 | 04.24
Bupati Tegal H Ischak Maulana kunjungi jembatan embatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Sabtu 14 Maret 2026. (Dok)
Bupati Tegal H Ischak Maulana kunjungi jembatan embatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Sabtu 14 Maret 2026. (Dok)

Pembangunan Jembatan Kalierang di Kabupaten Tegal belum rampung akibat cuaca dan kesalahan teknis. Ischak Maulana Rohman minta warga gunakan jalur alternatif.

SLAWI, puskapik.com - Jembatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal belum rampung dikerjakan. Bahkan, diperkirakan tak rampung hingga perayaan Lebaran Idul Fitri 2026.

Sejumlah kendala dialami dalam pembangunan jembatan yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Balapulang, Bojong dan Jatinegara itu.

Kendala yang dialami, diantaranya :

1. Faktor Cuaca dan Kondisi Alam

Jembatan Kalierang dibangun sejak 27 Juni 2025 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp2,958 miliar dari total pagu anggaran Rp3 miliar.

Sesuai jadwal awal, pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada 23 November 2025 dengan masa pemeliharaan selama 180 hari. Namun dalam proses pengerjaannya, proyek mengalami sejumlah kendala teknis dan faktor alam yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai sesuai jadwal.

"Awalnya kami optimistis Jembatan Kalierang bisa selesai sebelum Lebaran. Namun karena faktor cuaca dan kondisi alam, pengerjaan mengalami keterlambatan,” kata Bupati Tegal H Ischak Maulana Rohman saat berkunjung di Jembatan Kalierang, Sabtu 14 Maret 2026.

Proses pemasangan struktur jembatan, tim teknis juga menghadapi hambatan lain berupa banjir yang beberapa kali terjadi di lokasi proyek. Kondisi tersebut menyebabkan pemasangan perancah atau penyangga konstruksi harus dilakukan berulang kali.

“Karena pemasangan menggunakan perancah yang didongkrak dari bawah, ketika banjir datang perancah harus disetting ulang. Hal ini yang membuat prosesnya memakan waktu lebih lama,” kata Ischak.

2. Pemasangan Rangka Jembatan Tak Sesuai Spesifikasi

Keterlambatan juga dipicu oleh masalah teknis pada tahap awal pemasangan konstruksi. Menurutnya, tenaga aplikator yang sebelumnya menangani pemasangan komponen jembatan melakukan kesalahan teknis sehingga hasil pemasangan tidak sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan.

“Pada tahap awal pemasangan ada sedikit kesalahan dari tenaga aplikator sehingga pemasangannya tidak membentuk chamber sebagaimana mestinya. Saat ini sudah diganti oleh aplikator langsung dari pihak penyedia,” jelas Bupati Ischak.

Pekerjaan pemasangan kini ditangani oleh tenaga dari perusahaan penyedia material konstruksi, yakni PT Nusantara Bajaprima. Perusahaan tersebut sebenarnya telah mulai menangani pekerjaan sejak 10 Januari 2026.

Saat ini proses perbaikan dan penyempurnaan konstruksi jembatan masih terus dilakukan dengan pengawasan ketat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal serta pihak pengawas proyek.

Menurut informasi yang diterima pemerintah daerah, proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu bulan agar pemasangan konstruksi benar-benar sesuai standar teknis.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait