Pernikahan Unik di Lereng Gunung Slamet Tegal, Souvenir Kondangan Terapi Sengat Lebah dan Sayuran

Minggu, 7 Juni 2026 | 12.34
Tejo Asmoro, ayah dari mempelai perempuan terapi tamu undangan saat pernikahan anaknya di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Sabtu 6 Juni 2026.
Tejo Asmoro, ayah dari mempelai perempuan terapi tamu undangan saat pernikahan anaknya di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Sabtu 6 Juni 2026.

Pernikahan unik di lereng Gunung Slamet, Tegal, menghadirkan souvenir terapi sengat lebah, madu segar, sayuran, buah-buahan dan bibit tanaman bagi tamu undangan

SLAWI, puskapik.com - Pernikahan unik digelar di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 6 Juni 2026.

Pasangan Hasdiansyah warga Jakarta dan Wihdiasmara asal Kota Tegal melangsungkan pernikahan di tengah sawah di lereng Gunung Slamet Desa Tuwel, Kecamatan Bojong.

Lebih uniknya, pasangan itu memberikan souvenir pada tamu undangan berupa terapi sengat lebah, sayuran dan buah-buahan.

Baca Juga: Ketika Harapan Menunda Kesembuhan: Bahaya Pengobatan Alternatif bagi Pasien Kanker Payudara

Mamapi Cafe dan Resort di kawasan wisata Guci, menjadi saksi pernikahan unik yang mungkin baru kali pertama dilakukan di Tegal.

Sejak pukul 14.00 WIB, para pengunjung disambut kemeriahan pernak-pernik pernikahan dan kabut tipis dari lereng Gunung Slamet. Suasana pernikahan layaknya pesta pernikahan di gedung, karena terdapat tenda dan panggung pernikahan.

Namun hamparan sawah dan hawa yang sejuk, menambah acara ijab kabul berjalan lebih hikmah dan sakral.

Baca Juga: Hingga Mei 2026, 28 Pelanggan Salah Naik KA di Stasiun Pekalongan, Begini Tips Supaya Tidak Terjadi Lagi

Di pintu masuk lokasi pernikahan, telah disediakan berbagai macam souvenir unik dan menarik. Tuan rumah mempelai perempuan, Tejo Asmoro menyediakan souvenir berupa sayuran, buah-buahan, bibit tanaman, madu lebah, dan terapi sengat lebah.

Para tamu undangan dipersilahkan memilih souvenir sesuai dengan keinginan. Antusias tamu undangan terlihat sangat tinggi saat memilih souvenir yang diinginkan.

Sementara itu, Tejo Asmoro yang dikenal sebagai seorang peternak, pawang, sekaligus terapis lebah ternama asal Kota Tegal, Jawa Tengah, turun langsung untuk memberikan terapi lebah kepada tamu undangan yang berminat.

Beberapa tamu undangan mengaku terapi lebah ini, tidak sakit walaupun disengat lebah. Namun, ada beberapa tamu yang mengaku sedikit sakit saat disengaja lebah.

"Sakit, tapi cuma sebentar. Ini pengalaman yang indah dan menakjubkan," kata Yeni Susilowati asal Jakarta usai mendapatkan terapi sengat lebah dari Tejo Asmoro.

Tak hanya disengat lebah, tamu undangan juga menikmati langsung madu dari sarangnya.

Sensasi ini banyak mendapatkan apresiasi, karena biasanya madu dikonsumsi sudah dalam kemasan. Namun, para tamu bisa menikmati langsung dari sarangnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait