Ketika Harapan Menunda Kesembuhan: Bahaya Pengobatan Alternatif bagi Pasien Kanker Payudara

Minggu, 7 Juni 2026 | 11.28
Huwaida Ghinaqeel Krisfianda (Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro)
Huwaida Ghinaqeel Krisfianda (Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro)

Banyak pasien kanker payudara masih memilih pengobatan alternatif dibanding terapi medis. Padahal, keterlambatan penanganan dapat menurunkan peluang sembuh.

Oleh : Huwaida Ghinaqeel Krisfianda

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro

Bagaimana jika keputusan yang dianggap dapat menyelamatkan justru menjadi alasan kondisi pasien semakin memburuk? Di tengah kemajuan teknologi medis yang terus berkembang, masih banyak pasien kanker payudara di Indonesia yang lebih memilih pengobatan alternatif dibandingkan penanganan medis.

Ramuan herbal, terapi tradisional, hingga metode nonmedis lainnya sering dianggap lebih aman dan minim efek samping.

Baca Juga: Hingga Mei 2026, 28 Pelanggan Salah Naik KA di Stasiun Pekalongan, Begini Tips Supaya Tidak Terjadi Lagi

Padahal, ketika pasien merasa telah menemukan “jalan kesembuhan”, sel kanker dapat terus berkembang secara diam-diam di dalam tubuh.

Akibatnya, tidak sedikit pasien baru datang ke rumah sakit ketika kanker telah memasuki stadium lanjut dan peluang kesembuhan menjadi semakin kecil.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, angka kematian akibat kanker payudara dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Brebes, Minggu 7 Juni 2026 Didominasi Cuaca Cerah Berawan

Bahkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memprediksi kasus kanker dapat meningkat hingga 70% pada tahun 2050 apabila upaya deteksi dini dan penanganan medis tidak diperkuat.

Karena itu, menjadikan pengobatan alternatif sebagai pengganti pengobatan medis bukanlah keputusan yang tepat.

Pengobatan alternatif merupakan metode pengobatan yang tidak termasuk dalam standar medis modern dan umumnya memanfaatkan bahan alami, terapi tradisional, atau berbagai cara nonmedis yang telah lama berkembang di masyarakat.

Menurut Hello Sehat, pengobatan alternatif digunakan sebagai pengganti pengobatan konvensional, sehingga berbeda dengan pengobatan komplementer yang digunakan sebagai pendamping pengobatan medis.

Di Indonesia, praktik pengobatan alternatif masih banyak digunakan dan umumnya berupa konsumsi obat herbal, jamu, atau terapi tradisional.

Pada kasus kanker payudara, pengobatan alternatif yang paling banyak dipilih masyarakat umumnya berupa terapi herbal. Di Indonesia, beberapa tanaman herbal yang cukup populer antara lain keladi tikus, mahkota dewa, daun sirsak, kunyit, dan temu putih.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait