Angkutan Barang KAI Daop 5 Tembus 320 Ribu Ton, BBM Jadi Penyumbang Terbesar

Senin, 13 April 2026 | 18.15
Kereta api angkutan BBM melintas di jalur wilayah Daop 5 Purwokerto. Pada Triwulan I 2026, angkutan energi seperti BBM dan avtur menjadi penyumbang terbesar dengan total 150.955 ton. (Foto: Dok KAI Daop V Purwokerto)
Kereta api angkutan BBM melintas di jalur wilayah Daop 5 Purwokerto. Pada Triwulan I 2026, angkutan energi seperti BBM dan avtur menjadi penyumbang terbesar dengan total 150.955 ton. (Foto: Dok KAI Daop V Purwokerto)

Angkutan barang KAI Daop 5 capai 320 ribu ton pada Triwulan I 2026. BBM dan avtur jadi penyumbang terbesar, menegaskan peran penting logistik kereta api.

PURWOKERTO, puskapik.com – Kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto mencatat pertumbuhan pada awal 2026.

Sepanjang Triwulan I 2026, KAI Daop 5 berhasil mengangkut 320.064 ton barang, naik sekitar 4 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 308.737 ton.

Capaian tersebut menegaskan peran kereta api yang semakin penting sebagai tulang punggung distribusi logistik di wilayah selatan Jawa.

Baca Juga: Begini Cara Pedagang di Pemalang Siasati Harga Plastik Naik

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan peningkatan ini tidak lepas dari kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan barang berbasis rel.

“Kami terus memperkuat layanan agar menjadi pilihan utama dalam distribusi barang yang tepat waktu, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dari sisi operasional, KAI juga menjaga tingkat ketepatan waktu di level tinggi. On time performance (OTP) keberangkatan tercatat 99,84 persen, sementara ketepatan kedatangan mencapai 98,50 persen.

Baca Juga: Jateng Serius Atasi Sampah, Tiga Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari

Sektor energi kembali menjadi penyumbang terbesar. Angkutan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar khusus (BBK/avtur) mencapai 150.955 ton, atau tumbuh sekitar 17 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 128.736 ton.

BBM seperti pertalite, pertamax, dan solar dikirim melalui relasi Stasiun Maos (Cilacap) – Stasiun Larangan (Tegal). Sementara BBK/avtur dilayani melalui jalur Stasiun Cilacap – Stasiun Rewulu (Bantul).

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait