Begini Cara Pedagang di Pemalang Siasati Harga Plastik Naik

Pedagang di Pemalang putar otak akibat harga plastik naik tajam. Ada yang menaikkan harga, ada pula yang bertahan demi menjaga pelanggan di tengah daya beli rendah.
PEMALANG, puskapik.com – Tekanan kenaikan harga plastik mendorong pedagang di Kabupaten Pemalang memutar otak dan mencari jalan keluar dengan penyesuaian harga.
Salah satu pedagang di Pasar Pagi Pemalang, Aulia (25), mengaku, kenaikan harga plastik membuatnya pusing. Pedagang sayur itu mengaku bingung menghadapi kenaikan harga plastik ini.
"Ini yang bikin kita semua dari kemarin pusing, karena naiknya bener-bener cepet," tuturnya kepada puskapik.com, belum lama ini.
Baca Juga: Jateng Serius Atasi Sampah, Tiga Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari
Padahal kebutuhan plastik di kios sayurnya cukup tinggi. Dirinya pun terpaksa harus merubah harga dan meminta para pelanggannya bisa memahami kondisi ini.
"Siasatnya ya kita naikkan Rp 1000, karena untuk tambahan plastik itu." kata Aulia.
Para pembeli di Pasar Pagi Pemalang, kata Aulia, memang masih ketergantungan dengan kantong plastik. Jarang, bahkan nyaris tak ada pembeli yang belanja dengan membawa tas dari rumah.
Baca Juga: Sumarno Dorong Percepatan Penyelesaian Konflik Lahan di Jawa Tengah
"Disini belum sadar kayak gitu, enggak ada yang bawa tas belanja dari rumah buat ngurangin plastik." ujarnya.
Sementara itu, Salah satu pedagang makanan di wilayah Sumberharjo, Wanamulya, Pemalang, Muhaini (57), mengaku kenaikan harga plastik berdampak langsung pada usahanya.
Muhaini yang sehari-hari menjual lauk-pauk dan aneka minuman es kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan kemasan dagangannya.
“Saya beli plastik sekantong tadinya Rp 8.500 jadi Rp 14 ribu, dampaknya besar, bagi saya pedagang kecil ya berat sekali,” ungkap Muhaini saat berbelanja di Pasar Pagi Pemalang.
Kenaikan harga plastik dirasakan Muhaini pasca Lebaran lalu. Tidak hanya plastik, sejumlah bahan pendukung lainnya seperti kertas minyak untuk bungkus nasi juga mengalami kenaikan.
Ia mengaku tidak punya banyak pilihan menghadapi lonjakan harga plastik ini lantaran sulit menaikkan harga jual dagangan di tengah daya beli masyarakat yang terbatas.
Bagi Muhaini, menaikkan harga bukan solusi yang mudah. Dirinya justru khawatir pelanggan akan beralih atau bahkan berhenti membeli jika harga dagangan dinaikkan.
Artikel Terkait

Latihan Kayak, Dua Remaja Hanyut di Sungai Laes Penggarit Pemalang

Tim Panahan Pemalang Raih Dua Medali di Kejurprov Junior Jateng

Prakiraan Cuaca Pemalang 22 Mei 2026, Waspada Hujan Ringan dan Angin Kencang
