Jateng Serius Atasi Sampah, Tiga Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari

Jateng siapkan tiga aglomerasi pengolahan sampah regional untuk pangkas 3.000 ton per hari, percepat target nasional dan dorong sistem terpadu ramah lingkungan.
JAKARTA, puskapik.com - Komitmen dan langkah serius dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi krisis sampah.
Tiga aglomerasi pengolahan sampah regional, yakni Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Ray, disiapkan untuk memangkas hingga 3.000 ton sampah per hari sekaligus mempercepat target nasional pengelolaan sampah.
Keseriusan pemerintah provinsi tersebut ditunjukkan melalui pengembangan sistem pengolahan sampah berbasis aglomerasi.
Baca Juga: Sumarno Dorong Percepatan Penyelesaian Konflik Lahan di Jawa Tengah
Komitmen itu ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama tujuh kepala daerah dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Dua aglomerasi baru yang disepakati adalah Pekalongan Raya dan Tegal Raya. Aglomerasi Pekalongan Raya meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang, dengan lokasi pengolahan terpusat di Kota Pekalongan. Sementara Tegal Raya mencakup Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes, dengan fasilitas pengolahan di Kabupaten Tegal.
Baca Juga: Kendaraan Dinas Pemkab Pemalang Mulai Beralih ke Motor Listrik
Kedua kawasan ini melengkapi aglomerasi Semarang Raya yang telah lebih dulu berjalan, sehingga total terdapat tiga aglomerasi pengolahan sampah di Jawa Tengah.
Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyebut, keberadaan tiga aglomerasi tersebut diproyeksikan mampu mengurangi sampah hingga 3.000 ton per hari. Angka ini menjadi kontribusi signifikan terhadap total timbunan sampah Jawa Tengah yang mencapai sekitar 17.300 ton per hari.
“Ini langkah konkret yang langsung berdampak pada pengurangan sampah nasional. Meski begitu, masih ada sekitar 14.300 ton per hari yang menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.


