Apindo Dukung Jawa Tengah Jadi Hub Investasi Asia, Ribuan Peluang Kerja Menanti

Apindo menilai Jawa Tengah berpeluang menjadi pusat investasi dan logistik nasional yang mampu bersaing dengan Vietnam, didukung penguatan infrastruktur.
SEMARANG, puskapik.com - Jawa Tengah dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat investasi dan logistik industri nasional, bahkan mampu bersaing dengan Vietnam.
Dukungan itu disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pusat dengan catatan percepatan pembangunan infrastruktur logistik seperti pelabuhan dan dry port harus segera diwujudkan.
Penilaian tersebut disampaikan perwakilan Apindo Pusat, Bob Azam, usai bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Semarang, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Ratusan Polisi di Kota Tegal Gelar Bhakti Religi, Bersih-Bersih Tempat Ibadah
Menurut Bob, Jawa Tengah memiliki keunggulan yang sulit ditandingi daerah lain, mulai dari letak geografis yang strategis, ketersediaan tenaga kerja, infrastruktur, konektivitas, hingga kualitas investasi yang terus membaik.
“Kita baru menyampaikan hasil kajian dari Apindo terkait potensi Jawa Tengah sebagai daerah tujuan investasi. Jangan sampai investasi itu lari ke Vietnam semua. Jawa Tengah ini luar biasa dari segi wilayah, tenaga kerja, infrastruktur, konektivitas, dan kualitas investasi yang masuk,” kata Bob.
Ia menilai, Jawa Tengah berpotensi menjadi daerah paling kompetitif dalam menarik investasi baru.
Baca Juga: 4.000 Pohon Ditanam, Kemenag Kendal Bangun Warisan Hijau untuk Generasi Mendatang
Bahkan, menurutnya, untuk bersaing dengan Vietnam tidak perlu mengandalkan Indonesia secara keseluruhan, cukup mengoptimalkan potensi Jawa Tengah.
Bob mencontohkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada 2025 mencapai sekitar 9 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Selain itu, sejumlah daerah di Jawa Tengah juga memiliki Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang rendah, bahkan di bawah angka 4, sementara rata-rata nasional masih berada di atas 6.
Kondisi tersebut menunjukkan investasi yang masuk mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara lebih efisien dibanding banyak daerah lain.
“Jadi untuk kompetisi dengan Vietnam dan negara lain tidak perlu Indonesia, cukup Jawa Tengah saja. Apalagi dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi yang saat ini terus mendorong Jawa Tengah menjadi percontohan pertumbuhan investasi yang tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, Bob menegaskan peningkatan daya saing investasi harus dibarengi dengan penguatan sektor logistik. Karena itu, Apindo mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mendorong revitalisasi pelabuhan serta pembangunan dry port di kawasan industri Batang dan Kendal.
Menurutnya, biaya logistik yang belum kompetitif masih menjadi salah satu penyebab tingginya biaya investasi di Indonesia.
“Saya rasa itu salah satu yang utama. ICOR menjadi tinggi karena logistik kita belum kompetitif. Reformasi di bidang logistik, termasuk pelabuhan, sangat penting. Ini menjadi milestone penting bagi Jawa Tengah untuk menjadi kawasan yang kompetitif,” katanya.
Artikel Terkait

Di Tengah Kepungan Rob di Kendal, Siti Rokhanah Akhirnya Tinggalkan Rumah yang Bertahun Jadi Tempat Bertahan

Kolaborasi Ahmad Luthfi Menginspirasi Harmoni Budaya Jawa-Betawi

Polres Kendal Gelar Bakti Religi di Masjid, Gereja hingga Makam Wali
