4.000 Pohon Ditanam, Kemenag Kendal Bangun Warisan Hijau untuk Generasi Mendatang

Kamis, 18 Juni 2026 | 15.41 WIB
Penanaman pohon di sejumlah kawasan di Kendal untuk mendukung penghijauan. (edhot)
Penanaman pohon di sejumlah kawasan di Kendal untuk mendukung penghijauan. (edhot)

Kemenag Kendal menanam 4.000 pohon melalui program ASTA Protas untuk penghijauan, mitigasi perubahan iklim, dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis desa.

KENDAL, puskapik.com – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat diwujudkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kendal melalui program ASTA Protas (Astra Protokol Agroforestry).

Sebanyak 4.000 pohon ditanam serentak di tiga wilayah Kabupaten Kendal sebagai langkah nyata mendukung penghijauan, mitigasi perubahan iklim, serta penguatan ekonomi berbasis potensi desa.

Kegiatan penanaman dilaksanakan Kamis (18/6/2026) di tiga lokasi, yakni Desa Pakis Kecamatan Limbangan, Desa Genting Gunung Kecamatan Sukorejo, serta kawasan Muara Kencana Desa Margosari Kecamatan Cepiring.

Baca Juga: FGD Tata Kelola Pertanian di Lereng Gunung Slamet, Bupati Brebes : Bukan Cari Siapa Salah, Tapi Solusi Bersama

Gerakan penghijauan ini melibatkan jajaran Kemenag Kendal, Kepala Kantor Kemenag Kendal beserta jajaran, Kepala KUA se-Kabupaten Kendal, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru madrasah negeri maupun swasta, pengawas, serta sejumlah siswa madrasah di sekitar lokasi kegiatan.

Program ASTA Protas menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan Kementerian Agama dalam mengintegrasikan nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui program tersebut, Kemenag tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan keagamaan dan pendidikan, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Tegal Sidak Apotek, Temukan Produk Belum Lengkapi Izin

Kepala Kantor Kemenag Kendal, Dr. H. Taufiqur Rahman, S.Ag., M.S.I, mengatakan ASTA Protas memiliki makna lebih luas dari sekadar kegiatan penanaman pohon.

“ASTA Protas bukan sekadar menanam pohon, tetapi membangun ekosistem yang produktif. Pohon produk hortikultura seperti durian, alpukat, dan kopi akan meningkatkan pendapatan masyarakat, sementara bakau menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan penghijauan merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi.

“Implementasi Asta Protas ini bukan sekadar agenda seremonial semata. Ini adalah bentuk ibadah sosial dan tanggung jawab moral kita terhadap bumi. Dengan menanam pohon, kita sedang mewariskan mata air, bukan air mata, untuk generasi penerus di Kabupaten Kendal,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Kemenag dalam isu lingkungan merupakan penerjemahan nilai agama yang mengajarkan manusia sebagai khalifah untuk menjaga kelestarian bumi.

“Melalui sinergi penyuluh agama, kepala KUA, pendidik, pengawas, perangkat desa, dan kelompok tani, program ini diharapkan dapat dikawal hingga pohon-pohon tersebut tumbuh mandiri dan memberikan manfaat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, jenis tanaman yang ditanam disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Di Desa Pakis Kecamatan Limbangan, Kemenag menanam tanaman buah produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sebanyak 75 bibit durian Musang King dan 250 bibit alpukat Kendil ditanam di area fasilitas umum maupun lahan masyarakat.

Pemilihan varietas tersebut diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga saat masa panen, sekaligus membantu menjaga struktur tanah di kawasan yang memiliki risiko longsor.

Sementara itu, Desa Genting Gunung Kecamatan Sukorejo mendapatkan alokasi bibit terbesar dengan fokus pada tanaman perkebunan. Sebanyak 2.175 bibit kopi Arabica dan 50 bibit alpukat Pluwang ditanam secara gotong royong.

Kawasan dataran tinggi Genting Gunung dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan kopi. Selain bernilai ekonomi, tanaman kopi juga berperan menjaga tata air karena sistem perakarannya mampu membantu menyimpan cadangan air tanah.

Untuk kawasan pesisir, Kemenag Kendal melakukan penanaman mangrove di wilayah Muara Kencana Desa Margosari hingga Desa Pidodokulon Kecamatan Cepiring. Sebanyak 1.500 bibit bakau ditanam untuk memperkuat perlindungan pantai dari abrasi sekaligus memulihkan ekosistem pesisir.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kendal, Solahuddin, yang mendampingi kegiatan di Genting Gunung Sukorejo, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat.

“Penanaman ini tidak hanya memperbaiki ekosistem, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga. Durian dan alpukat bisa menjadi sumber pendapatan tambahan, sedangkan bakau bukan hanya melindungi pantai, tapi juga habitat ikan,” katanya.

Melalui program ASTA Protas, Kemenag Kendal berharap manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang, mulai dari mengurangi risiko banjir, memperbaiki kualitas udara, menjaga kawasan pesisir, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil tanaman produktif.

Namun, tantangan utama setelah penanaman adalah memastikan pohon dapat tumbuh hingga dewasa. Karena itu, Kemenag Kendal berkomitmen melakukan pemantauan berkala guna menjaga tingkat keberlangsungan hidup tanaman agar memberikan manfaat maksimal.

Gerakan ASTA Protas diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menghijaukan Kabupaten Kendal sekaligus membangun lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Artikel Terkait