Banjir Luapan Sungai Blorong juga Rendam Sekolah, Puskesmas, dan Balai Desa

Banjir luapan Sungai Blorong merendam fasilitas umum di Brangsong. SMPN 2 tergenang hingga 40 cm, puskesmas lumpuh.
KENDAL, puskapik.com – Banjir akibat luapan Sungai Blorong tidak hanya menggenangi permukiman warga dan pasar, tetapi juga merendam sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Rabu (11/2/2026). Kantor balai desa, puskesmas, hingga sekolah ikut terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi.
Salah satu yang terdampak cukup parah adalah SMP Negeri 2 Brangsong. Air mulai masuk ke lingkungan sekolah sekitar pukul 03.00 WIB dan menggenangi seluruh ruang kelas.
Kepala SMPN 2 Brangsong, Nidhom, mengatakan ketinggian air di ruang kelas berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter. Perbedaan tinggi genangan dipengaruhi posisi lantai kelas yang tidak sama.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Warga Jalan Demak Tegal Temukan Granat Nanas
“Air mulai masuk sekitar jam 03.00 pagi. Semua kelas terendam, ketinggiannya berbeda-beda karena posisi lantai kelas tidak sama, antara 30 sampai 40 sentimeter,” kata Nidhom.
Menurutnya, banjir kali ini kembali mengganggu aktivitas belajar mengajar. Selain ruang kelas, sejumlah fasilitas sekolah juga terdampak genangan. Pihak sekolah sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi mengingat banjir hampir terjadi setiap tahun.
“Karena ini banjir rutin tahunan, beberapa alat elektronik dan dokumen penting sudah kami tempatkan di lokasi yang lebih tinggi, seperti di almari dan rak. Namun masih ada sebagian buku pelajaran dan dokumen lain yang terdampak,” ujarnya.
Baca Juga: 1.200 KK Terdampak Banjir Limpasan Sungai Ketiwon Tegal
Akibat genangan yang belum surut dan akses jalan menuju sekolah yang masih terendam, pihak sekolah memutuskan meliburkan seluruh siswa hingga kondisi dinyatakan aman.
“Kami liburkan karena sekolah masih tergenang dan akses jalan juga belum bisa dilalui, sehingga tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung,” tambahnya.
Tak hanya sekolah, fasilitas kesehatan juga lumpuh. Puskesmas Brangsong I turut terdampak luapan Sungai Blorong dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter. Air tidak hanya merendam halaman, tetapi juga mulai masuk ke dalam ruangan pelayanan.
Akibatnya, seluruh layanan kesehatan untuk sementara tidak dapat dilakukan karena akses menuju puskesmas terendam cukup tinggi.
Sumanto, salah satu warga, mengaku air mulai naik sejak dini hari dan terus bertambah hingga pagi.
“Puskesmas dan Balai Desa Sidorejo ketinggian airnya lumayan, hampir selutut orang dewasa sehingga praktis tidak ada pelayanan,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh peningkatan debit air Sungai Blorong secara signifikan setelah wilayah hulu diguyur hujan deras.
Artikel Terkait

Tak Ingin Ada Anak Miskin Ekstrem Putus Sekolah, Ahmad Luthfi Siapkan Bantuan 5.000 Siswa

APBD Jateng 2025 Disetujui DPRD, Investasi Jadi Tumpuan Hadapi Tekanan Fiskal

Sambut Rombongan Muslimat di Rumdin, Wagub dan Istri: Kami Hanya Dititipi, Niki Dalemipun Panjenengan, Rumah Warga Jateng
