Banner Protes di Balai Desa Ngawensari Kendal Viral, Warga Tuntut Pelayanan Lebih Maksimal

Selasa, 9 Juni 2026 | 18.50
Poster protes warga yang dipasang di depan balaidesa ngawensari. (edhot)
Poster protes warga yang dipasang di depan balaidesa ngawensari. (edhot)

Banner protes warga di Balai Desa Ngawensari, Kendal viral di media sosial. Warga menuntut pelayanan desa lebih maksimal dan mudah diakses masyarakat.

KENDAL, puskapik.com – Sebuah banner berisi kritik terhadap Kepala Desa dan perangkat Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, menjadi perhatian publik setelah fotonya beredar luas di media sosial, Selasa (9/6/2026).

Banner yang dipasang di pagar balai desa tersebut mencerminkan kekecewaan sebagian warga terhadap pelayanan pemerintahan desa.

Tulisan dalam banner menggunakan bahasa Jawa yang berisi pesan agar kepala desa dan perangkatnya menyerahkan jabatan apabila sudah tidak mampu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: DPRD Jateng Segera Bentuk Pansus Pemekaran Brebes Selatan, Aliansi Siap Kawal

Pesan tersebut langsung memicu beragam tanggapan, baik dari warga setempat maupun warganet.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemasangan banner dipicu oleh keluhan warga yang mengaku kesulitan menemui kepala desa saat mengurus berbagai kebutuhan administrasi.

Beberapa warga menyebut harus mendatangi rumah pribadi kepala desa atau mencari keberadaannya di luar kantor untuk mendapatkan tanda tangan maupun pengesahan dokumen.

Baca Juga: Sempat Tertunda, Pembangunan Jembatan Kalierang Balapulang Tegal Akhirnya Rampung

Kondisi itu dinilai menyulitkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan cepat dan mudah.

Padahal, balai desa menjadi pusat pelayanan publik yang seharusnya dapat diakses warga pada jam kerja.

Sekretaris Desa Ngawensari, Naskuriah, membenarkan bahwa kepala desa tidak selalu berada di kantor desa.

Menurutnya, kepala desa kerap menghadiri rapat, koordinasi maupun kegiatan kedinasan lainnya di luar desa.

"Kalau ada warga yang membutuhkan tanda tangan atau cap surat biasanya datang ke rumah kepala desa. Bisa juga menemui beliau saat berada di Kantor MBG," ujarnya saat ditemui di Balai Desa Ngawensari.

Meski demikian, Naskuriah menganggap banner yang dipasang warga sebagai bentuk masukan yang harus diterima pemerintah desa.

Ia menilai kritik tersebut menjadi pengingat bagi seluruh perangkat desa agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait