Bupati Kendal Luncurkan Buku “Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu"

Selasa, 10 Februari 2026 | 21.14
Peluncuran buku Kaliwungu
Bupati kendal meluncurkan buku Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu.(foto:Edhot/puskapik.com)

Sebuah buku berjudul Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu resmi diluncurkan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Selasa (10/2/2026)

KENDAL, puskapik.com - Sebuah buku berjudul Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu resmi diluncurkan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Selasa (10/2/2026).

Buku ini ditulis oleh 16 penulis lintas latar belakang, mulai dari akademisi, politisi, budayawan, pegiat seni, hingga santri.

Buku tersebut diterbitkan oleh Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) dengan editor Prof Muhajirin Tohir dan Ibnu Fiqri.

Baca Juga: Breaking News, Jembatan Lama Ekoproyo Tegal Ambruk, Pondasi Tergerus Banjir Sungai Gung

Peluncuran buku ini menjadi momentum penting bagi upaya pendokumentasian sejarah, budaya, serta dinamika sosial masyarakat Kaliwungu.

Presiden PSK, Bahrul Ulum, mengatakan buku ini memuat beragam cerita dan refleksi tentang Kaliwungu, mencakup aspek kebudayaan, kesenian, politik, hingga kehidupan keagamaan.

“Ini adalah karya para penulis yang berasal dari Kaliwungu dan pernah tumbuh besar di Kaliwungu. Maka, apa pun tentang Kaliwungu dituangkan dalam buku ini,” ujarnya.

Ia berharap, kehadiran buku tersebut dapat menjadi pemantik lahirnya karya serupa di wilayah lain di Kabupaten Kendal. Menurutnya, setiap kecamatan memiliki kekhasan sejarah dan budaya yang layak ditulis dan didokumentasikan.

Baca Juga: Pria di Sragi Pekalongan Ditemukan Meninggal dalam Posisi Meringkuk

“Harapannya, buku ini bisa berkembang dan menginspirasi kecamatan lain di Kendal untuk menulis tentang wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menilai buku Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, buku ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan karya reflektif yang memperkaya khazanah pengetahuan lokal Kendal.

“Buku ini dapat menjadi arsip pengetahuan, referensi akademik dan kebijakan, sekaligus media penguatan identitas dan karakter masyarakat,” ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Tika.

Ia menambahkan, buku tersebut juga berpotensi menjadi rujukan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan daerah yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kendal yang berkelanjutan, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya literasi sejarah dan budaya sebagai fondasi pembangunan manusia dan kebudayaan. Ke depan, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, peneliti, penulis, budayawan, dan komunitas literasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui riset, penulisan, dan pendokumentasian sejarah lokal.

Baca Juga: Puluhan Polwan Polres Pekalongan Turun ke Dapur Umum, Bantu Korban Banjir

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait