Bupati Kendal Tekankan Aksi Nyata Tanam Mangrove bukan Sekadar Seremonial

Bupati Kendal pimpin penanaman mangrove di Pantai Jomblom, tekankan pentingnya perawatan berkelanjutan untuk cegah abrasi dan manfaat jangka panjang.
KENDAL, puskapik.com – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memimpin langsung aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Jomblom, Desa Korowelanganyar, Kecamatan Cepiring.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata rehabilitasi lingkungan sekaligus pencegahan abrasi di wilayah pesisir.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program penanaman mangrove tidak berhenti pada kegiatan tanam semata, melainkan terletak pada komitmen perawatan jangka panjang.
Baca Juga: Warga Lega, Aktivitas CV Samudera Beling Kendal Akan Dibenahi Usai Mediasi DLH
“Kami tentunya berharap kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi dilakukan berkesinambungan termasuk perawatan-perawatan,” tegasnya.
Menurutnya, penanaman mangrove harus diiringi tanggung jawab bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan, terutama bagi generasi mendatang.
Ia menyebut, proses menanam dilakukan saat ini, namun hasilnya akan dinikmati dalam jangka panjang.
Baca Juga: Gropyokan Sampah Dirilis, Tegal Kerahkan ASN hingga Warga Bereskan dari Hulu
“Supaya manfaat mangrove yang ditanam bisa dirasakan ke depan. Karena yang menikmati nanti generasi berikutnya,” jelasnya.
Bupati juga menyoroti kondisi pesisir Desa Korowelanganyar yang dinilai cukup rentan terhadap abrasi. Sekitar 90 persen wilayah pesisir di desa tersebut tidak memiliki bibir pantai, sehingga perlindungan alami dari gelombang laut sangat terbatas.
“Tentunya penanaman mangrove ini nantinya akan mencegah abrasi. Apalagi di Desa Korowelanganyar ini 90 persen tidak memiliki bibir pantai,” ungkapnya.
Ia menilai, tanpa intervensi nyata seperti penanaman mangrove, potensi kerusakan pesisir di wilayah tersebut akan semakin besar dibandingkan kawasan lain di Kabupaten Kendal.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Kendal, Zaenal Nursikin, menjelaskan bahwa program penanaman mangrove ditargetkan mencapai satu juta bibit dan akan dilakukan secara bertahap.
Pada tahap awal, sebanyak lima ribu bibit ditanam dalam kegiatan tersebut, sementara sebelumnya telah dilakukan penanaman sekitar seribu hingga dua ribu bibit dalam dua pekan terakhir.
Menurut Zaenal, selain berfungsi menahan abrasi, mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut seperti kepiting dan ikan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Artikel Terkait

Taj Yasin Apresiasi Peran Media Dongkrak Indeks Demokrasi di Jateng

Polres Kendal Tangkap Dua Begal Motor Pelajar SMP, Residivis Berpura-pura Jadi Polisi

Ngonthel di Prambanan Bersama 40 Negara, Duta Besar Jerman dan Belanda Sebut Magnet Baru Pariwisata
