Gropyokan Sampah Dirilis, Tegal Kerahkan ASN hingga Warga Bereskan dari Hulu

Kamis, 30 April 2026 | 21.00
Peluncuran gerakan Gropyokan Mberesi dan Nangani Sampah, ditandai penyerahan bantuan komposter dan alat pengolahan sampah kepada para pegiat lingkungan di Kota Tegal, Kamis 30 April 2026.
Peluncuran gerakan Gropyokan Mberesi dan Nangani Sampah, ditandai penyerahan bantuan komposter dan alat pengolahan sampah kepada para pegiat lingkungan di Kota Tegal, Kamis 30 April 2026.

Pemkot Tegal mulai serius atasi sampah dengan gerakan Gropyokan, melibatkan ASN hingga warga untuk pilah dan olah sampah, target kelola 63% di 2026.

TEGAL, puskapik.com - Kota Tegal mulai serius membenahi persoalan sampah. Bukan lagi sekadar angkut-buang ke TPA, tapi dibongkar dari hulu melalui gerakan Gropyokan Mberesi dan Nangani Sampah.

Gerakan ini diluncurkan Kamis 30 April 2026 dengan satu pesan jelas, urusan sampah tak bisa lagi dibebankan ke petugas saja, tapi harus jadi kerja bareng dari kantor, sekolah sampai dapur rumah tangga.

Data yang dipaparkan Pemerintah Kota Tegal, setiap hari sekitar 170 ton sampah dihasilkan. Tapi yang benar-benar terkelola baru sekitar 30 persen dan sisanya menumpuk di TPA Bokong Semar.

Baca Juga: Manjakan Pelanggan Setia, Perumda Air Minum Tirta Ayu Tegal Bagikan Puluhan Hadiah di HUT Ke-34

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, tak menampik persoalan ada di kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah.

"Masalahnya di hulu. Sampah rumah tangga belum dikelola dengan benar. Maka kita dorong gropyokan, gotong royong bareng-bareng," tegas Dedy Yon.

Konsep gropyokan yang diusung bukan sekadar kerja bakti sesaat. Pemkot menyiapkan pola pendampingan serius lewat sistem orang tua asuh.

Sebanyak 67 unit dari OPD, sekolah hingga puskesmas diterjunkan langsung ke kelurahan untuk ngopeni warga, mulai dari edukasi sampai praktik pilah dan olah sampah.

Baca Juga: Maling Spesialis Bobol Minimarket di Pemalang Ditangkap

Sampah organik diarahkan jadi kompos, sementara anorganik dipilah untuk didaur ulang atau masuk bank sampah. Kalau ini jalan, yang dikirim ke TPA tinggal residu.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait