Cleopatra Muncul di Tengah Karnaval Budaya Bodri Culture Festival Magersari Kendal

Sabtu, 5 September 2026 | 21.27
Peserta karnaval budaya Bodri Culture Festival VI mengambil tema Cleopatra.
Peserta karnaval budaya Bodri Culture Festival VI mengambil tema Cleopatra. (edhot)

Bodri Culture Festival VI di Magersari, Kendal, menghadirkan karnaval bertema Cleopatra serta berbagai seni budaya dan kreativitas warga desa.

KENDAL, Puskapik.com – Ada pemandangan berbeda dalam gelaran Bodri Culture Festival ke-6 di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (5/9/2026). Di tengah dominasi peserta yang mengusung budaya Jawa dan tokoh pewayangan, satu kontingen justru tampil dengan tema internasional: Cleopatra.

Kostum bernuansa Mesir tersebut dibawakan warga RT 6 RW 2 Desa Magersari dalam karnaval yang menjadi puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 10 kontingen ambil bagian dalam Bodri Culture Festival tahun ini. Para peserta tampil dengan kostum beragam dan mengarak ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk. Sebagian besar mengangkat tema kebudayaan Jawa.

Perwakilan warga RT 6 RW 2, Kanomotiningsih, mengatakan pemilihan Cleopatra sengaja dilakukan untuk memberikan sentuhan berbeda sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas warga desa tidak terbatas pada tema lokal.

Baca Juga: Dinperwaskim dan Baznas Brebes Kolaborasi Program Bangun RLH

“Kita mengangkat tema Cleopatra supaya lebih go international. Walaupun ini festival tingkat desa, tetapi kreativitas kita tetap paling oke,” katanya.

Untuk mempersiapkan penampilan tersebut, warga membutuhkan waktu hampir satu bulan. Persiapannya melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak.

Latihan dilakukan hampir setiap malam. Menariknya, kostum Cleopatra juga dibuat secara swadaya menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.

“Bahan-bahannya kita pakai dari kardus, spon vinil, cat dan juga manik-manik. Untuk kalah menang dalam lomba itu sudah biasa. Tapi kita tetap juara hati,” ujarnya.

Kepala Desa Magersari, Muhyidin, mengatakan Bodri Culture Festival bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Festival tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi Desa Magersari.

Menurutnya, meski Magersari merupakan desa kecil dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan, warga mampu menunjukkan kreativitas melalui seni dan budaya.

“Bodri Culture Festival ini adalah sebuah ajang di mana Magersari yang kecil ini, yang mayoritas nelayan, ternyata kita bisa berkreativitas, kreativitas seni dan budaya. Jadi, ajang ini adalah ajang untuk promosi kita, promosi Desa Magersari,” ujarnya.

Muhyidin menambahkan, selain seni dan budaya, desanya memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan. Di antaranya wisata religi, wisata alam serta wisata kuliner berbahan olahan ikan.

Ia berharap festival yang digelar secara konsisten tersebut dapat semakin memperkuat identitas Desa Magersari sekaligus memperkenalkan berbagai potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Calya Ungguli Avanza, Mobil Paling Laris di Tegal, Veloz Hybrid Mulai Digandrungi

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait