Daop 5 Purwokerto Tutup 184 Perlintasan Liar, KAI Ingatkan Bahaya yang Sering Diabaikan di Rel

KAI Daop 5 Purwokerto tutup 184 perlintasan liar demi tingkatkan keselamatan. Warga diimbau disiplin saat melintas rel karena risiko kecelakaan yang tinggi.
PURWOKERTO, puskapik.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto menutup sebanyak 184 perlintasan liar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menegaskan, perlintasan liar memiliki risiko tinggi karena tidak dilengkapi sistem pengamanan dan berada di luar pengaturan resmi.
“Setiap perlintasan memiliki potensi risiko keselamatan. Untuk lokasi yang belum sesuai ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk opsi penutupan,” kata As’ad.
Baca Juga: Tumbuhkan Kecintaan pada Cerita Rakyat, Disperpuska Batang Gelar Lomba Bertutur
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 196 perlintasan sebidang di wilayah Daop 5 Purwokerto. Dari jumlah tersebut, 34 di antaranya merupakan perlintasan tidak terjaga yang masih memerlukan perhatian serius.
“Data ini menunjukkan bahwa perlintasan masih memiliki tingkat risiko yang harus dikelola secara berkelanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, penataan perlintasan menjadi bagian penting dalam pengendalian risiko kecelakaan. Penutupan perlintasan liar dilakukan untuk memastikan interaksi antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan berlangsung lebih aman dan tertib.
Baca Juga: Wabup Batang Minta, SPPG Batang Hadirkan Lingkungan Sehat dan Makanan Berkualitas
As’ad menekankan bahwa keselamatan di perlintasan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perilaku masyarakat.
“Kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang dan tidak bisa berhenti mendadak. Karena itu, disiplin pengguna jalan sangat penting, seperti berhenti sejenak, melihat kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas,” katanya.


