Demi Aman Pagi Hari, Truk Ditertibkan di Pantura Kendal

Demi keselamatan pagi hari, puluhan truk ditertibkan petugas gabungan di Pantura Kendal karena melanggar jam operasional saat jam sibuk pagi hari Kendal
KENDAL,puskapik.com – Kepentingan keselamatan publik kembali berhadapan dengan kepentingan angkutan barang. Puluhan truk besar kembali terjaring razia gabungan Polres Kendal dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal saat nekat melintas di jalur Pantura Ketapang pada jam pembatasan, Selasa (3/2/2026).
Razia digelar pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, waktu krusial ketika jalur Pantura Kendal dipenuhi pengendara sepeda motor, pelajar, serta pegawai yang berangkat kerja. Aparat menilai kehadiran truk-truk besar di jam sibuk pagi hari meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Menyalip di Jalur Kontraflow Perbaikan Jalan Pantura, Pemotor Tewas Dilindas Truk
KBO Satlantas Polres Kendal, Iptu Joko Santoso, menegaskan pembatasan jam operasional truk bukan kebijakan sementara. Aturan tersebut telah diberlakukan sejak satu tahun lalu berdasarkan rekomendasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
“Ini kegiatan rutin. Aturannya sudah lama dan tujuannya memberi rasa aman bagi pengguna jalan di jam berangkat sekolah dan kerja,” kata Joko.
Meski sosialisasi telah dilakukan berulang kali, pelanggaran masih kerap terjadi. Dalam razia tersebut, petugas menindak puluhan truk yang tetap melintas di Pantura Kendal pada jam terlarang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kendal, Sofyan Efendi, menyebut pembatasan jam operasional mulai diterapkan sejak Maret 2025 dan efektif di Kendal sejak April 2025. Namun, masih ada pengemudi yang memilih melanggar demi efisiensi biaya.
“Kami sudah pasang rambu dan lakukan sosialisasi. Tapi masih ada yang ngeyel, sehingga penindakan harus dilakukan,” ujarnya.
Rambu larangan jam operasional diketahui telah terpasang di sejumlah titik strategis, mulai dari exit Tol Weleri, perbatasan Kendal–Batang, Simpang Tiga Patebon, hingga perbatasan Kaliwungu–Mangkang.
Di sisi lain, alasan ekonomi kerap menjadi pembenaran sopir truk. Salah seorang pengemudi asal Jakarta, Kholis, mengaku memilih Pantura karena biaya lebih murah dibanding tol.


