Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Buka 24 Jam Sambut Kafilah MTQ

Senin, 7 September 2026 | 18.18
puskapik

Erupsi Anak Krakatau mengganggu penerbangan, namun Bandara Ahmad Yani Semarang diperpanjang menjadi 24 jam untuk mendukung kedatangan kafilah MTQ Nasional.

SEMARANG, puskapik.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan menuju sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat mengantisipasi kedatangan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional dengan memastikan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang siap beroperasi selama 24 jam.

Langkah itu menjadi penting karena sedikitnya kafilah dari 10 provinsi memiliki perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta, baik sebagai titik transit maupun bagian dari rute perjalanan menuju Jawa Tengah.

Kesepuluh provinsi tersebut yakni Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.

Baca Juga: 5 Cara Membantu Redakan Nyeri Haid

Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario apabila gangguan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih berlangsung ketika rombongan kafilah mulai berdatangan.

“Kalau nantinya (Bandara) Soekarno-Hatta memang belum beroperasi, berarti mereka harus melakukan reschedule atau perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi. Tetapi untuk area transportasi darat, kami siap,” kata Agung dalam rilis media di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (7/9/2026).

Menurut Agung, sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, koordinasi juga dilakukan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Langkah tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan perjalanan darat, terutama bagi penumpang yang sebelumnya mengandalkan penerbangan melalui Jakarta.

Baca Juga: Kupat Glabed Khas Tegal, Kuliner Tradisional dengan Kuah yang Jadi Ciri Khas

Dengan demikian, gangguan penerbangan tidak sampai memutus akses perjalanan para kafilah menuju Semarang. Kesiapan juga ditunjukkan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Sejak Minggu malam, jam operasional bandara diperpanjang menjadi 24 jam.

GM PT Angkasa Pura Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan, kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penerbangan tidak terjadwal maupun pengalihan penerbangan dari bandara lain yang terdampak.

“Kami sudah menyampaikan kepada shuttle ataupun transportasi lain yang beroperasi di wilayah Semarang untuk tetap beroperasi. Jadi kami menjamin kendaraan maupun transportasi lain tersedia bagi penumpang yang mendarat di Semarang,” ujar Sulistyo.

Bandara Ahmad Yani, lanjut dia, juga terus memantau perjalanan para kafilah yang direncanakan menuju Jawa Tengah melalui jalur udara.

Jika penerbangan melalui Jakarta belum memungkinkan, penerbangan langsung menuju Semarang maupun alternatif rute lainnya akan dikoordinasikan bersama pihak terkait.

“Bandara Semarang sampai dengan saat ini siap untuk mendukung kegiatan nasional di Jawa Tengah,” katanya.

Namun, kesiapan tersebut bukan tanpa tantangan. Hingga Senin pukul 10.00 WIB, data Angkasa Pura mencatat sebanyak 29 penerbangan di Bandara Ahmad Yani dibatalkan akibat dampak erupsi Anak Krakatau.

Halaman 1 dari 2