Gubernur Ahmad Luthfi Tanggung UKT dan Kos Mahasiswa NTT Terdampak Bencana

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjamin biaya kuliah dan kos mahasiswa NTT terdampak bencana selama 1–3 bulan. Sebanyak 172 mahasiswa juga mendapat bantuan sembako.
SEMARANG, puskapik.com - Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya mengguncang kehidupan keluarga di kampung halaman, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendidikan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di Jawa Tengah.
Menjawab persoalan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana tidak perlu mengkhawatirkan biaya kuliah dan tempat tinggal untuk sementara waktu.
Ahmad Luthfi bahkan meminta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat. Dinas Pendidikan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, dan Bank Jateng diperintahkan berkoordinasi dengan perguruan tinggi untuk memberikan keringanan, bahkan menanggung biaya kuliah serta kos mahasiswa terdampak selama satu hingga tiga bulan.
Baca Juga: Tujuh Kelas Terdampak Kebakaran, KBM SMA Negeri 1 Bantarkawung Tetap Berjalan
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi kos mahasiswa NTT di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (7/9/2026).
“Kalian di sini anak saya. Apa yang menjadi kekurangan dan keluh kesah adik-adik mahasiswa dan masyarakat NTT juga saya rasakan. Pelajar dan mahasiswa di Jateng itu tanggung jawab saya,” kata Ahmad Luthfi saat berdialog dengan perwakilan mahasiswa.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko, sejumlah kepala dinas, serta Rektor Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.
Baca Juga: Aspal Amblas dalam Sepekan, DPRD Kota Tegal Minta Proyek Dievaluasi
Luthfi mengatakan, kondisi keluarga mahasiswa di NTT menjadi perhatian serius. Sebagian orangtua masih berada di pengungsian karena rumah mereka rusak dan dinilai tidak layak ditempati.
Di sejumlah wilayah, aktivitas ekonomi masyarakat juga lumpuh, sementara distribusi bantuan belum sepenuhnya menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.
Ia meminta mahasiswa tetap fokus menyelesaikan pendidikan dan tidak terbebani persoalan ekonomi keluarga akibat bencana.
“Sampaikan kepada orangtua kalian di kampung, di sini (Jateng) kalian sudah ada orangtua yang memperhatikan. Saya juga sudah perintahkan Dinas Pendidikan, Baznas, dan Bank Jateng berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi. Kita minta keringanan atau kita tanggung biaya kuliah, juga biaya kos selama satu sampai tiga bulan,” ujarnya.
Suasana dialog berubah haru ketika Maria Riani Nake, mahasiswi Untag Semarang asal NTT, tak kuasa menahan tangis. Ia teringat kondisi orangtuanya yang hingga kini masih mengungsi di tenda darurat akibat bencana.
Maria bersama kakak dan adiknya saat ini tetap harus menjalani perkuliahan di Semarang, sementara keluarga di kampung halaman menghadapi situasi sulit.
“Sedih ingat orangtua di rumah yang saat ini masih mengungsi di tenda darurat. Komunikasi sekarang lancar, tapi kadang ada masalah jaringan. Terharu sudah dianggap anak sama Pak Gubernur Luthfi,” ujar Maria.