Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran

Minggu, 17 Mei 2026 | 15.37
puskapik

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi blusukan ke Pasar Wage Purwokerto, pastikan revitalisasi area bekas kebakaran diprioritaskan demi kenyamanan pedagang.

BANYUMAS, puskapik.com - Penataan Pasar Wage Purwokerto mulai menunjukkan wajah baru. Saat blusukan ke pasar tradisional terbesar di Banyumas itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai kondisi pasar kini jauh lebih tertib dibanding dua tahun lalu.

Gubernur memastikan revitalisasi area bekas kebakaran segera diprioritaskan.

Peninjauan dilakukan pada Minggu (17/5/2026) bersama Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi mengapresiasi langkah penataan pedagang di Blok B Pasar Wage yang dinilai berhasil mengurangi kesemrawutan akibat pedagang yang sebelumnya berjualan di tepi jalan dan luar gedung pasar.

Baca Juga: Belajar Diam di Kota Tegal yang Tak Pernah Berhenti

“Dulu saya pernah ke sini dan sekarang sudah berubah, mulai tertata. Ini tertib sekali. Tinggal 20 los di sebelah kiri yang akan segera direvitalisasi supaya lebih rapi,” kata Ahmad Luthfi usai peninjauan.

Tak hanya lantai dasar, revitalisasi juga direncanakan menyasar lantai dua Pasar Wage yang hingga kini masih rusak akibat kebakaran pada 2020 lalu. Kondisi bangunan yang mulai lapuk dinilai berpotensi membahayakan pedagang maupun pengunjung.

Baca Juga: Lebih dari 18 Ribu Orang Gunakan KA di Stasiun Pekalongan selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

“Atasnya itu bekas kebakaran. Kalau tidak segera dirawat justru menjadi potensi kerawanan bagi pedagang dan pembeli,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, siap membantu pembiayaan revitalisasi melalui dukungan APBD provinsi maupun koordinasi dengan Kementerian Perdagangan. Meski demikian, ia menegaskan kewenangan pengelolaan pasar berada di pemerintah kabupaten/kota.

“Kami akan bantu. Nanti bisa lewat provinsi atau koordinasi dengan Menteri Perdagangan,” jelasnya.

Dalam blusukan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyempatkan berdialog dengan sejumlah pedagang bahan pokok. Sebagian besar mengaku kondisi pasar kini lebih nyaman dan tertata, meski mereka berharap ada akses pintu masuk baru dari sisi selatan agar aktivitas pasar semakin ramai.

Menanggapi usulan itu, Sadewo Tri Lastiono mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas memang telah menyiapkan rencana pemindahan pintu utama pasar ke sisi selatan. Namun proyek tersebut membutuhkan pembebasan lahan dengan nilai hampir Rp 30 miliar.

“Pembebasan lahannya hampir Rp 30 miliar dari APBD Kabupaten Banyumas. Sementara lantai dua yang bekas kebakaran juga perlu segera direnovasi karena sudah lapuk,” katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait